Daerah

Pemkab Tuba Uji Coba Pelonggaran Kegiatan Pesta dan Hajatan

Sekkab Anthoni, didampinggi Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro/MUR

Suluh.co – Pemkab Tulangbawang sepakati uji coba pelonggaran berbagai kegiatan masyarakat seperti pesta maupun berbagai bentuk hajatan lainnya selama bulan Juni 2021.

Kesepakatan bersama dituangkan dalam bentuk surat peryataan yang ditandatangani bersama antara pemkab, jajaran forkopimda, DPRD, MUI, perwakilan tokoh adat dan masyarakat serta dinas terkait usai dilaksanakanya rapat terbatas di GSG, pada Senin (31/5) kemarin.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekkab) Tulangbawang, Anthoni, mengatakan jika terhitung Selasa 01 Juni 2021 seluruh masyarakat se-Tulangbawang sudah diperbolehkan menggelar acara pesta atau hajatan lainya secara terbatas.

“Tetap menerapkan prokes Covid-19 dan pelaksanaanya hanya boleh pada waktu pagi, siang hingga sore. Untuk pesta malam hari tetap tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Komisi II Angkat Bicara Soal Bendungan Bener di Hadapan DPR RI

Menurutnya kesepakatan pelongaran hanya bersifat sementara atau uji coba, mengingat untuk saat ini pandemi Covid-19 masih menjadi momok yang harus dihindari oleh setiap orang.

“Satgas akan memantau dan mengawasi jalannya pergelaran hajatan, jika melanggar akan dilakukan teguran maupun tindakan tegas lainya,” tegasnya.

Sementara, Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro, memastikan tetap akan bertindak tegas terhadap pelangar ketertiban umum dan penyebab kerumunan.

“Kami polisi bersama unsur TNI aktif memantau kegiatan masyarakat khususnya hajatan. Bahkan berkali-kali pegelaran hiburan hajatan dibeberapa wilayah dilakukan tindakan tegas oleh anggota, karena tidak mengindahkan teguran aparat,” AKBP Andy Siswantoro.

Kendati pesta dan hajatan pada wilayah hukumnya dilonggarkan, tetapi pihaknya tidak akan memberikan atau menerbitkan berbagai bentuk permintaan izin khususnya izin keramaian.

Baca Juga:  Bupati Winarti Minta ASN Tak Takut Laporkan Indikasi Tindak Korupsi

“Dari dulu tidak ada larangan bagi masyarakat yang hendak menggelar hajatan, yang dilarang adalah kerumunan. Jadi jika hajatan melanggar prokes, menjadikan kerumunan, maka kami akan lakukan teguran langsung, membubarkan diri atau dibubarkan,” ingatnya.

 

Reporter : Murni

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top