Daerah

Pemkab Tuba Gencar Sosialisasi Pemberitaan Hoax ke Generasi Milenial

Diskusi Pemilu tahun 2019 dan Pendidikan Politik Pemilih Milenial atau Pemula di Tulangbawang/MRN

MENGGALA – Asisten Bidang Pemerintahan dan Sosial Pemkab Tulangbawang (Tuba), Ahmad Suharyo, meminta kepada seluruh kaum pemilih pemula (milenial) agar tidak cepat terpengaruh terhadap berita hoax terkait pemilu atau pilkada yang tersebar luas melalui media sosial (medsos) pada tahun 2019 ini.

Hal itu diungkapkan Ahmad Suharyo secara langsung didepan seluruh generasi milenial se-Tuba, dalam kegiatan Diskusi Pemilu tahun 2019 dan Pendidikan Politik Pemilih Milenial atau Pemula di Tulangbawang, Senin (23/9).

Berdasarkan penilaian dan pantauan pihaknya di lapangan, saat ini banyak sekali kaum milenial yang salah mengartikan yang namanya dunia politik atau pemilu yang baru saja berlangsung.

Baca Juga:  Peringatan Hari Tani Nasional, KPR Sebut Anggota DPR Tidak Lebih dari Perampok

“Padahal tujuan dari politik atau pemilu itu untuk memberikan kebebasan kepada seluruh masyarakat khususnya kepada para kaum milenial untuk memilih seseorang pemimpin daerah yang dianggap sangat baik dan tepat untuk menjadi pemimpin di suatu daerah agar tidak salah memilih itulah tujuannya,” katanya.

Politik, pilkada atau pemilu, bukan justru menjadikan perpecahan atau saling bermusuhan antara yang satu dan lainya dalam suatu memilih pimpinan kepala daerah pada saat kegiatan pilkada berlangung.

“Kini medsos banyak sekali disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuat berita hoax terkait pemilu. Tujuannya guna memecah belah para kaum milenial, yang sangat mudah sekali untuk di pengaruhi. Jadi ingat jangan mudah terpengaruh jaga selalu kekompakan dan kebersamaan dan jangan mudah sekali tertipu karena kemajuan Tuba kedepan ada di tangan para kaum milenial ini,” ingatnya.

Baca Juga:  Pemkab Tulangbawang Buka Seleksi Paskibra

Sementara itu, Ketua DPRD Tulangbawang, Sopi’i Ashari, menambahkan jika kaum milenial merupakan kaum yang selalu menjadi incaran para partai politik setiap kali kegiatan politik berlangsung.

“Generasi milenial kurang memahami apa itu politik, sehingga terkadang urusan agama itu dikaitkan dengan politik. Padahal itu semua tidak ada hubungan, jadi sangat berbeda dunia politik dan agama. Jadi jangan di kait-kaitkan karena berbeda urusanya,” terangnya.

Sopi’i menerangkan, apabila tidak ingin menjadi mudah terpengaruh atau dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab, khsusunya dalam dunia politik. Maka hal yang harus dilakukan oleh kaum milenial adalah harus disiplin terlebih dahulu.

“Kalau semuanya sudah disiplin, maka yakinlah apapun yang akan di lakukan oleh oknum politik tidak mungkin bisa mempengaruhi generasi milenial di Tuba, apalagi melalui medsos. Kunci seseorang sukses ada pada tingkat kedisiplinan sehingga adalah setiap menerima informasi politik selalu di cermati terlebih tidak semata-mata langusng diterima nantinya,” tambahnya.(MRN)

Baca Juga:  Winarti Rolling 94 Pejabat Pemkab Tulangbawang
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top