Daerah

Pemkab Purworejo Antisipasi Gejolak Sosial Pasca Munculnya KAS

Rapat koordinasi Pemkab Purworejo pasca kemunculan Keraton Agung Sejagat/MAS

PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo, memberikan pemahaman ke seluruh warga di sekitar Pogung Jurutengah, pasca munculnya Keraton Agung Sejagat atau KAS

Hal itu disampaikan langsung melalui rapat koordinasi pemkab di Balai Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Purworejo.

Asisten Bidang Pemerintahan Setda Purworejo, Gentong Sumharjono, mengaku, pemerintah perlu mengantisipasi terjadinya gejolak sosial dari keberadaan Keraton Agung Sejagat yang sempat menjadi viral.

Salah satunga dengan terus melakukan serangkaian kegiatan dengan tujuan untuk meredam konflik sosial yang mungkin muncul.

“Langkah ini untuk antisipasi agar permasalahan yang ada di tengah masyarakat ini tidak melebar,” tutur Gentong Sumharjono, kemarin.

Kata dia, kegiatan ini ikut melibatkan semua lapisan masyarakat baik di dalam atau luar Desa Pogung Jurutengah.

Baca Juga:  Yuli Hastuti Angkat Suara untuk Seniman Purworejo

Hal ini karena pemerintah ingin masyarakat yang ada di seputar Pogung Jurutengah ikut paham akan keberadaan Keraton Agung Sejagat dengan segala implikasi yang ada.

“Secara terbuka, TS atau Totok Santoso selaku raja keraton sudah meminta maaf dan menyatakan penyesalannya kepada warga Pogung Jurutengah juga Purworejo. Kami rasa, kita tidak perlu lebih dalam mengulik mengenai tindak pidananya, karena itu sudah menjadi ranah pihak berwajib,” tambah Gentong.

Gentong mengungkapkan jika pemkab juga memberikan perhatian bagi para pengikut atau korban dari Keraton Agung Sejagat. Dengan membuka posko layanan konsultasi di Puskemas Bayan.

“Posko itu bisa menampung berbagai keluhan yang berhubungan dengan kejiwaan para korban atau pengikut. Posko ini juga tidak hanya di Bayan, tapi beberapa kecamatan yang dimungkinkan ada korban keraton,” imbuh Gentong.

Baca Juga:  PSSI Purworejo Segera Gelar Berbagai Kompetisi

Lebih jauh disampaikan jika keraton yang ada bisa dikembangkan jadi destinasi wisata.

Hanya saja, Gentong menyerahkan hal itu kepada masyarakat. Pasalnya, masyarakat di seputar keraton telah mampu membaca peluang dengan menjajakan aneka jajanan.

“Soal wisata itu biarkan mengalir saja, itu untuk masyarakat di Pogung Jurutengah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Purworejo, Setyowati, menjelaskan, rapat koordinasi ini diikuti oleh warga Desa Pogung Jurutengah, yang meliputi perwakilan warga serta unsur RT hingga RW.

Diantaranya, kepala desa sekitar Pogung Jurutengah, Desa Pogung Kalangan, Jono dan Pogungrejo di Kecamatan Bayan, serta Desa Kedungkamal dan Desa Secang Kecamatan Grabag.

Adapun pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan berasal dari unsur Polres, Kodim 0708, Kejaksaan Negeri serta budayawan/sejarawan.

Baca Juga:  Kodim 0424/Tanggamus Jadikan Salat 5 Waktu Pedoman

“Semua unsur dilibatkan sehingga informasi yang diterima masyarakat itu bisa tepat,” kata Setyowati.

Dari pemateri yang ada, Setyowati berharap kedepan masyarakat akan bisa memfilter atau menyaring segala informasi yang berkembang di masyarakat.

Jika memang negatif, masyarakat bisa langsung melakukan langkah antisipasi sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top