Daerah

Pekon Buay Nyerupa Gelar Musdes Khusus Penerima BLT-DD untuk Masyarakat

Pekon Buay Nyerupa Gelar Musdes Khusus Penerima BLT-DD Untuk Masyarakat/FEB

LAMPUNG BARAT – Pemerintah Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) khusus terkait penerimaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa tahun 2020, Jumat (1/4) lalu.

Musdes tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat miskin di pedesaan, mengingat banyaknya masyarakat yang terdampak pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Dalam Musdes itu, Peratin Pekon Buay Nyerupa Ahmad Naser, menjelaskan bahwasanya, kategori penerima BLT-DD yakni keluarga miskin yang bukan termasuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH), tidak memperoleh Kartu Sembako dan Kartu Pra-kerja. Dan pendataan calon penerima BLT mempertimbangkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

“Ketentuan mengenai mekanisme pendataan, penetapan data penerima manfaat dan pelaksanaan pemberian BLT dilakukan sesuai ketentuan Menteri Desa terkait pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT). Dan pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah, melalui ADD atas program BLT ini, kiranya mampu meringankan beban masyarakat terkait dampak Virus Corona ini,” harapnya.

Dijelaskan Naser, Musdes dilakukan Berdasarkan surat sekretariat daerah yang ditujukan kepada seluruh camat di kabupaten setempat nomor 414/156/III.13/2020 tentang refocusing anggaran dana desa (ADD), yang salah satunya memuat tentang keluarga miskin yang tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), maka dapat ditambahkan kedalam daftar calon penerima bantuan, salah satunya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Baca Juga:  Pasien Positif Corona Dimakamkan di TPU Kotabaru

Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Pekon (PMP) Lambar Ronggur L Tobing mengatakan, dalam rangka menjaga kemampuan daya beli masyarakat miskin di pekon akibat perlambatan ekonomi dan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat miskin terdampak Covid-19, maka pemerintah pekon dapat menggunakan dana desa untuk BLT dengan sasaran diantaranya, penerima masuk dalam DTKS, yang kehilangan mata pencaharian dan pekerjaan atau keluarga miskin belum terdata menerima program keluarga harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Karena itu, diharapkan agar seluruh camat  memerintahkan peratin di wilayah kerja masing-masing untuk memperhatikan beberapa hal.

Diantaranya, terkait dengan pendataan keluarga penerima BLT-DD, agar segera melakukan pendataan untuk keluarga calon penerima BLT-DD dengan berpedoman pada petunjuk teknis dalam surat edaran bupati Lambar. Kemudian dalam melakukan pendataan agar menyelesaikan terlebih dahulu data keluarga yang masuk dalam DTKS dinas Dinas Sosial (Dinsos).

Kemudian, apabila terdapat keluarga miskin yang tidak masuk dalam DTKS maka dapat ditambahkan dalam daftar calon penerima bantuan, selanjutnya calon penerima BLT-DD dari hasil pendataan harus ditetapkan melalui Musyawarah pekon khusus, hasil musyawarah berupa berita acara penetapan penerima bantuan BLT-DD dan daftar keluarga penerima bantuan BLT-DD dengan bentuk format terlampir yang ditandatangani oleh peratin dan LHP.

Baca Juga:  Manasik Haji Lampung Barat Diikuti 146 Calhaj

”Daftar keluarga penerima bantuan BLT-DD hasil musyawarah pekon khusus, agar dipublikasikan kepada masyarakat untuk transparansi penerima bantuan dengan cara ditempel di balai pekon dan masing-masing pemangku selama dua hari. Lalu, daftar penerima BLT-DD agar disampaikan kepada bupati Lambar cq DPMP melalui Camat berupa Hard copy dan soft copy dalam bentuk excel bukan PDF, berkas dimaksud harus diterima paling lambat 6 Mei 2020,” ujar Ronggur.

Terusnya, BLT-DD dilakukan setelah pengesahan daftar keluarga BLT-DD ditetapkan oleh bupati dengan metode penyaluran dilakukan secara tunai dengan ketentuan, kaur/kasi selaku pelaksana kegiatan anggaran menyerahkan secara langsung sejumlah uang tunai kepada penerima bantuan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam penyerahan seperti jaga jarak dengan sistem antrian yang aman, penggunaan masker dan hand sanitizer, selanjutnya bukti penyaluran BLT-DD dengan menggunakan bukti tanda terima atau kwitansi.

“Untuk metode penghitungan penentuan jumlah penerima manfaat BLT-DD yakni Pekon penerima DD kurang dari Rp800 juta mengalokasikan maksimal 25%, pekon penerima DD sebesar Rp800 juta  sampai Rp1,2 Miliar mengalokasikan sebesar 30%, pekon penerima DD Rp1,2 Miliar maksimal mengalokasikan 35% dan khusus pekon yang  jumlah keluarga miskin lebih besar dari anggaran yang dialokasikan dapat menambah alokasi setelah mendapatkan persetujuan kabupaten.

Baca Juga:  Selama Januari, Kasus DBD di Lambar Sudah Mencapai 6 Kasus

“Penyaluran BLT sendiri, terhitung dilakukan selama tiga bulan Sejak April 2020, dengan besaran BLT yang diterima yakni sebesar Rp600 ribu, dan proses pendataan hingga penyalurannya menjadi tanggung jawab peratin,” tutupnya.

Diketahui, dalam Musdes khusus Pekon Buay Nyerupa, Jum’at (01/04) lalu, telah diputuskan, ada 216 KK yang akan menerima BLT-DD dan sudah disahkan bersama LHP setempat dengan disaksikan oleh Camat Sukau, Hadi Susanto.(FEB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top