Iklan
Bandar Lampung

Pejabat Bandar Lampung Vaksinasi Lagi, Plasma Konvalesen jadi Alternatif

Vaksinasi Covid-19 Sinovac tahap II di Halaman Pemkot Bandar Lampung/NUS

Suluh.co – Para pejabat Bandar Lampung bagian dari forkopimda kembali mengikuti vaksinasi Covid-19 Sinovac tahap II di halaman gedung layanan satu atap, kantor Pemkot, Jumat (29/1).

Mereka terdiri dari wali kota, ketua DPRD berikut para ketua komisinya, komandan kodim, perwakilan IDI, hingga PPNI.

Kegiatan ini dimaksudkan pula agar masyarakat tergerak untuk mendapat vaksin serupa di semua fasilotas kesehatan yang ada di kota ini.

Wali Kota Herman HN, mengatakan, upaya vaksinasi Covid-19 tahap II, menjadi salah satu cara menekan laju kasus dan memberikan imunitas kekebalan tubuh guna mengantisipasi virus.

“Di Bandar Lampung tercatat sudah ada 3.800 kasus Covid-19. Artinya, dengan adanya vaksin ini kehidupan kita bisa normal kembali termasuk membangkitkan ekonomi pasca pandemic,” kata Herman HN.

Baca Juga:  Pemkot Bandarlampung Kaji Pembangunan Underpass di Jalan Urip Sumoharjo

Sementara itu, Wiyadi, Ketua DPRD Bandar Lampung, menambahkan, vaksinasi tahap pertama memang tidak terdapat suatu gejala.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat Kota Bandar Lampung untuk tidak takut di vaksinasi.

“Setelah dapat suntikan tahap dua ini, badan juga lebih terasa enak,” ujar Wiyadi.

Pada sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Edwin Rusli, menyebutkan terdapat alternatif lain dalam menangkal virus ini. Yaitu terapi plasma konvalesen.

Transfusi plasma konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien Covid-19 dengan mendonorkan antibodi sarcov-II yang terbentuk secara alami dalam tubuh penyintas Covid-19.

“Untuk pendonor plasma konvalesen sendiri sudah ada. Namun sangat disayangkan alat terapi plasma konvalesen belum ada di Lampung,” kata Edwin Rusli.

Baca Juga:  Di Balik Klaim Slamet Petok Bagian II

Terpisah, Sekretaris Komisi V DPRD Lampung Rakhmat Mirzani Djausal, menyambut baik akan adanya tranfusi plasma konvalesen.

Sebab antibodi pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 berada dalam plasma konvalesen, plasma itu tersimpan dalam sel-sel darah pasien.

“Transfusi plasma darah bisa membantu pasien Covid-19 membentuk imun tubuh untuk melawan virus. Hal itu bisa dilakukan dengan cara transfusi seperti donor darah biasanya,” singkat Rakhmat Mirzani Djausal.

 

Repoter : M Yunus Kedum

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top