Bandar Lampung

PD Pesagi Mandiri Perkasa: Riwayat BUMD Milik Pemda Lambar Sebelum Dibidik Polisi

Riwayat PD PMP: Orang Besar di Balik Kerjasamanya dengan Susi Pudjiastuti, Kini Kena Masalah Hukum
Riwayat PD PMP: Orang Besar di Balik Kerjasamanya dengan Susi Pudjiastuti, Kini Kena Masalah Hukum

Maskapai penerbangan milik Susi Air di Bandar Serai, yang kini bernama Bandara Taufiq Kiemas. Dokumentasi Endang Guntoro Canggu/Istimewa.

Suluh.co – Ada satu Badan Usaha Milik Daerah [BUMD] milik Pemda Lampung Barat [Lambar] yang muncul pada tahun 2010.

Tahun dimana Mukhlis Basri kala itu menjadi menjadi bupati untuk periode tahun 2007 sampai tahun 2012. Dan kemudian terpilih lagi jadi bupati untuk periode 2012 sampai 2017.

BUMD tadi itu, bernama Perusahaan Daerah Pesagi Mandiri Perkasa [PD PMP].

Persis di tanggal 15 Juli 2010, muncul surat penetapan Perbup Lambar Nomor: 32 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengangkatan Anggota Badan Pengawas dan Direksi Perusahaan Daerah Pesagi Mandiri Perkasa Kabupaten Lampung Barat.

Surat penetapan Perbup itu menelurkan sejumlah aturan yang ditandatangani oleh Mukhlis Basri sebagai bupati, dan Sekretaris Daerah saat itu adalah Havazo Pian.

Tahun 2011, muncul kemudian surat penetapan Perbup Lambar Nomor: 08 Tahun 2011 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Daerah Pesagi Mandiri Perkasa Kabupaten Lampung Barat.

Saat itu surat tersebut menelurkan sejumlah aturan yang kemudian ditandatangani oleh Mukhlis Basri selaku bupati dan Sekretaris Daerah saat itu adalah Nirlan.

Setelahnya, PD PMP ini berniat untuk menjalin kerjasama dengan PT Asi Pudjiastuti Aviation atau yang lebih dikenal dengan sebutan Susi Air. Pemilik perusahaannya adalah Susi Pudjiastuti.

Kesepakatan kerjasama tersebut diulas dalam rapat pembahasan yang berlangsung di Kantor Susi Air Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta.

Pertemuan ini membuahkan kesepakatan lisan antara Bupati Lambar Mukhlis Basri dengan Susi Pudjiastuti yang berkaitan dengan penerbangan reguler. Penerbangan reguler ini nantinya akan berlangsung di Bandara Serai, Krui.

Dulunya wilayah Krui masih bagian dari Pemda Lambar. Kini Krui telah menjadi wilayah pada Pemda Pesisir Barat. Nama Bandara Serai pada tahun 2017 sudah diganti menjadi Bandara Taufiq Kiemas.

Pergantian nama tersebut berdasar pada Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 811 tahun 2016 tertanggal 8 Desember 2016.

Perubahan nama bandara ini, merupakan usulan dari Pemda Pesisir Barat —hasil pemekaran wilayah yang dulunya masih bagian Lambar.

Pergantian nama tadi dilatarbelakangi atas adanya riwayat hidup dari Taufiq Kiemas yang diketahui lahir di Kecamatan Pulau Pisang —salah satu wilayah di Pemda Pesisir Barat.

Baca Juga:  Polres Lamsel Berhasil Amankan Ratusan Kilo Ganja hingga Ribuan Pil Ekstasi

Kembali ke PD PMP dan Susi Air. Pertemuan di Menteng tadi membuahkan kesepakatan lisan antara Mukhlis Basri dengan Susi Air.

Pertemuan Mukhlis Basri ini ditindaklanjuti kemudian pada 28 Februari 2012. Sejumlah tokoh hadir pada peristiwa ini.

Di antaranya Kepala Dinas Perhubungan Lambar Syaekhuddin; Kepala Bappeda Sudarto; Kepala Bandara Serai Safruddin; Sekretaris Pribadi Bupati Lambar atas nama Oking Ganda Miharja Kartadilaga. Selainnya muncul juga kehadiran pihak swasta atau kontraktor yang bernama Irfan Nuranda Djafar.

Juga hadir Kepala Area Sumatera dan Operasional Susi Air bernama Ayata Ar-Rasyid. Ia hadir untuk menemani Susi Pudjiastuti untuk membicarakan finalisasi atas rencana penerbangan reguler Susi Air di Bandara Serai, Krui, Lambar.

Baca Juga:  Pjs Didik Sebut THR dan Gaji ke-13 Luar Biasa 

“Pemerintah Kabupaten Lampung Barat akan mengkaji untuk menyertakan modal ke BUMD PD Pesagi Mandiri Perkasa Lampung Barat, selanjutnya BUMD tersebut yang akan menjalin kerjasama dengan pihak Susi Air”.

Kutipan ini ada satu dari beberapa poin yang menggambarkan jejak kerjasama antara Susi Air dan PD PMP —yang petingginya sedang terjerat kasus korupsi. Diketahui kasus korupsi di tubuh BUMD milik Pemda Lambar ini diawali dengan penyelidikan dari Polda Lampung.

Kutipan tadi itu merujuk pada informasi publik yang dibaca Suluh.co, Jumat, 1 Januari 2020.

Mereka-mereka yang berada di tanggal 28 Februari 2012 silam, kini sudah menjadi sosok terkenal. Misalnya seperti Irfan Nuranda Djafar.

Pada peristiwa itu, ia disebut sebagai kontraktor. Kini ia tengah menjabat sebagai Ketua DPW PAN Lampung. Dulunya ia adalah Bupati Lampung Timur periode 5 Mei 2000 sampai 9 Desember 2002.

Kemudian ada sosok Mukhlis Basri. Dulunya bupati 2 periode, saat ini ia adalah anggota Komisi I DPR RI dari fraksi PDI-Perjuangan.

Beberapa orang lainnya seperti Sudarto, yang dulunya Kepala Bappeda Pemda Lambar sempat berganti jabatan dan mengemban tugas sebagai Asissten Bidang Ekonomi dan Pembangunan dan kini diberi amanah untuk jadi Kepala Dinas PUPR Lambar.

Selanjutnya Syaekhuddin. Ia sempat ditunjuk menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan kini menjabat sebagai Sekretaris DPRD Lambar.

Setelahnya ada sosok Nirlan. Ia tidak lagi bertugas di Pemda Lambar seperti rekannya yang lain. Dulunya petinggi di Lambar, dan ia sempat menjabat sebagai Analis Pengawasan pada Inspektorat Provinsi Lampung.

Sekarang ia ditunjuk oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk jadi Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Lampung.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top