Bandar Lampung

Nilai Kerugian Negara di Kasus PD Pesagi Mandiri Perkasa: Rp 3 Miliar Lebih

Nilai Kerugian Negara Korupsi PD Pesagi Mandiri Perkasa: Rp 3 Miliar Lebih
Nilai Kerugian Negara Korupsi PD Pesagi Mandiri Perkasa: Rp 3 Miliar Lebih

Para jaksa membawa terduga pelaku ke mobil tahanan atas sangkaan korupsi PD Pesagi Mandiri Perkasa di markas Kejaksaan Tinggi Lampung, Selasa, 29 Desember 2020. Foto: Ricardo Hutabarat

Suluh.co – Berkas perkara hasil penyidikan yang dilakukan Subdit III Tindak Pidana Korupsi [Tipikor] pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus [Ditreskrimsus] Polda Lampung dilimpahkan ke penuntut umum dengan melalui proses pelimpahan tahap II.

Berkas hasil penyidikan ini berkait dengan kasus korupsi pada Badan Usaha Milik Daerah [BUMD] milik Pemda Lampung Barat [Lambar]. Proses ini sedianya telah berjalan di markas Kejaksaan Tinggi Lampung, Selasa kemarin, 29 Desember 2020.

Kejaksaan Negeri [Kejari] Lambar diketahui sebagai pihak yang akan melakukan penuntutan kepada 2 orang tersangka pada kasus korupsi ini.

Keduanya adalah Galih Pribadi, seorang dengan jabatan Direktur Utama Perusahaan Daerah [PD] Pesagi Mandiri Perkasa; dan Deria Sentosa, seorang Direktur Operasional PD Pesagi Mandiri Perkasa.

Keterangan-keterangan ini mengemuka sesuai dengan poin-poin yang dijelaskan dalam laman resmi Kejari Lambar, seperti dilihat Suluh.co, Jumat, 1 Januari 2021.

“[…] telah menyalahgunakan dana penyertaan modal pada BUMD PD Pesagi Mandiri Perkasa dengan kerugian negara sebesar Rp3.079.948.700”.

Asal muasal dari angka 3 miliar rupiah lebih itu disebutkan berdasar pada hasil audit dalam Perhitungan Kerugian Negara [PKN] yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan [BPKP] Perwakilan Lampung.

“[…] berdasarkan audit PKN dari BPKP Perwakilan Provinsi Lampung Nomor: SR-1001/PW08/5/2020 tanggal 20 Juli 2020”.

Nilai Kerugian Negara Korupsi PD Pesagi Mandiri Perkasa: Rp 3 Miliar Lebih

Para jaksa membawa terduga pelaku ke mobil tahanan atas sangkaan korupsi PD Pesagi Mandiri Perkasa di markas Kejaksaan Tinggi Lampung, Selasa, 29 Desember 2020. Foto: Ricardo Hutabarat

Para tersangka disangka melangar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top