Daerah

New Normal Kelompok Rentan Terdampak Covid-19 Harus Diprioritaskan Pemerintah

Anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Denty Eka Widi Pratiwi/MAS

PURWOREJO – Tantangan demi tantangan telah terjadi, setelah pandemi Covid – 19 yang menciptakan perubahan pola hidup masyarakat secara drastis.

Selain persoalan kesehatan, perekonomian masyarakat juga harus menjadi perhatian penting. Pemerintah, baik pusat maupun daerah harus mereview sejumlah kebijakan termasuk program pengentasan kemiskinan yang sudah disusun sebelum pandemi terjadi.

Hal tersebut dikemukakan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Tengah, Denty Eka Widi Pratiwi dalam rilisnya. “Pemerintah harus memfokuskan program yang berpihak kepada kelompok rentan di masa pandemi berlangsung. Adanya gelombang PHK dan karyawan yang dirumahkan tanpa gaji,  telah terjadi sehingga harus dilakukan pendataan ulang terkait angka pengangguran dan keluarga dengan ekonomi rentan,” tutur Denty.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Terapkan New Normal Meski Kasus Covid-19 Meningkat

“Saya banyak mendapatkan informasi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dengan ribuan buruh terdampak Covid – 19 dan mengalami PHK massal. Database tentang korban PHK ini harus dimiliki pemerintah dan mendapatkan perhatian yang besar sebagai bahan kajian untuk penentuan kebijakan,” lanjut perempuan yang sudah dua kali menjadi anggota DPD RI ini.

Seiring terjadinya pandemi, kata Denty, di Jateng juga tengah dilaksanakan sejumlah pembangunan ekonomi berskala nasional. Contohnya,  pembangunan PSN (Proyek Strategis Nasional) Bendung Bener di Kabupaten Purworejo, pengembangan kawasan wisata melalui Badan Otorita Borobudur (BOB) di Kabupaten Magelang, Purworejo dan sekitarnyap serta pembangunan-pembangunan lain. “Harapan kami, prioritaskan warga terdampak pandemi terlebih dahulu, dan pastinya kami harapkan mengakomodasi sebanyak-banyaknya warga Jateng,” katanya.

Anggota Komite II DPD RI ini juga menyoroti pergerakan massal yang terjadi di awal pandemi dengan masuknya ribuan pemudik ke sejumlah wilayah di Jateng. Para pemudik ini adalah pekerja dari Jakarta yang secara massal pulang ke sejumlah wilayah, antara lain ke Purworejo, Wonogiri, Jepara, Blora, Solo, Sukoharjo, Sragen dan lainnya.

Baca Juga:  Dinsos Lampung Barat Beri Bantuan Untuk 137 Rumah Tak Layak Huni

Denty meminta pemerintah kembali melakukan pendataan, apakah saat ini mereka telah memperoleh pekerjaan di Jateng ataukah mereka akan kembali ke Jakarta paska new normal dan pembukaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

“Kita harus secara masif melakukan pendataan karena kedatangan para pemudik tersebut memberikan dampak ekonomi di Jateng ke depannya,” tuturnya.

Dalam waktu singkat, lanjutnya, pemerintah juga dituntut untuk membuat formulasi lapangan kerja yang memadai agar ekonomi di Jateng tidak mengalami penurunan berarti. Sejumlah pakar telah memprediksi akan terjadi pelambatan hingga angka pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 2 %.

Meskipun demikian, Denty optimistis jika pertumbuhan itu dapat dikejar apabila semua pihak bahu-membahu. Dia kembali menggarisbawahi perlunya disiplin pada era New Normal di masa mendatang.

Baca Juga:  Peringati Bulan Bahasa, Program Tepang Wayang Pukau Pelajar SMAN 10 Purworejo

“Semua pihak harus disiplin, agar kita tidak terpuruk, mari saling bahu membahu supaya ekonomi terus membaik,” ujarnya.a(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top