Modus

Narkoba Jaringan Provinsi Dikendalikan Napi Lapas Rajabasa

Barang bukti yang berhasil didapatkan yakni 3 kilogram sabu-sabu, uang tunai sebesar Rp4 juta, serta beberapa unit handphone/TOM

Suluh.co – Jelang perayaan Tahun Baru 2021, Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung, berhasil membongkar jaringan narkoba antar provinsi.

Adapun barang bukti yang berhasil didapatkan yakni 3 kilogram sabu-sabu, uang tunai sebesar Rp4 juta, serta beberapa unit handphone.

Kabag Umum BNNP Lampung, Romansyah, menjelaskan, bahwa jaringan narkoba asal Medan ini dikendalikan oleh seorang narapidana yang dijatuhi hukuman mati bernama Muhammad Affan, bersama dua orang narapidana lannya yakni Mustafa Kamal serta Faisol Tanjung yang ditahan di Lapas Kelas 1A Rajabasa.

Sementara tiga tersangka lainnya yang berperan sebagai kurir ditangkap di dua lokasi berbeda yakni di Rest Area Rest Area Km 215 Tol Kayu Agung-Bakauheni Kabupaten Tulang Bawangbarat dan pelataran parkir Indomart Natar 4 berada di Desa Bumisari, Lampung Selatan.

Baca Juga:  KAI Tanjung Karang Siapkan Angkutan Natal dan Tahun Baru

“Adapun cara jaringan ini berkomunikasi untuk melakukan pemesanan yakni dengan menggunakan handphone dari dalam lapas,” Romansyah, Selasa (29/12).

Sementara, Affan sendiri mengaku mendapatkan handphone dari rekan sesama narapidana.

Dirinya mengatakan masih tetap menjalin komunikasi dengan bandar narkoba  meski tidak ada orderan.

Menanggapi adanya narapidana yang  masih bermain narkoba dengan menggunakan handphone di dalam lapas, pihak lapas akui handphone yang beredar tidak terpantau meski sering dilakukan razia.

 

Reporter : Tommy Saputra

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top