Daerah

Napi Asimilasi Terima Bantuan dari Wakil Bupati Purworejo

Napi Asimilasi Terima Bantuan dari Wakil Bupati Purworejo/MAS

PURWOREJO – Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, memberikan bantuan berupa paket sembako bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dibebaskan secara asimilasi karena pandemi Covid-19.

Penyerahan bantuan untuk 30 orang sebanyak 30 paket sembako itu, dilaksanakan di rumah dinas wakil bupati di Kutoarjo pada Minggu sore (21/6). Disaksikan Kepala Rutan Purworejo Lukman Agung Widodo, kepala Bapas Magelang Sapto Isnugroho.

Bantuan berupa sembako tersebut ialah inisiatif dengan merogoh kocek pribadi dari Wakil Bupati bukann APBD.

Dalam sambutannya Yuli Hastuti mengatakan, hampir semua masyarakat terdampak akibat pandemi virus corona. Pemerintah Kabupaten Purworejo terus melakukan sosialiasi pencegahan penularan virus corona. Juga memberikan bantuan sembako, alat pelindung diri (APD) dan lainnya, bagi masyarakat yang terdampak virus corona.

Baca Juga:  Water Canon Disiagakan Jelang Aksi Massa di DPRD Pringsewu

Salah satunya bantuan sembako bagi warga binaan pemasyarakatan paska bebas, yang juga terkena dampak virus corona, yakni harus menjalani asimilasi dirumah.

“Diharapkan bantuan sembako ini dapat meringankan beban, ditengah kesulitan masa pandemi virus corona. Kita semua berharap semoga virus corona segera berakhir, supaya bisa berkarya kembali seperti sebelum-sebelumnya,” ujar Yuli Hastuti.

Menurutnya, warga binaan pemasyarakatan dibawah pembinaan Rutan Kabupaten Purworejo, tentu banyak ilmu pendidikan yang diperoleh, baik keterampilan kerajinan maupun pendidikan yang lain. Ilmu keterampilan tersebut, dapat dikembangkan untuk berwirausaha maupun dalam mengembangkan bakatnya. Terutama dalam melanjutkan kehidupan bermasyarakat.

Sementara, Kepala Lapas Purworejo Lukman Agung Widodo mengatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap napi yang mendapatkan asimilasi sangat bermanfaat bagi mereka.

Baca Juga:  Dua Balon Bupati Dari Tanggamus Dan Lampura Ikuti Tes Kesehatan di RSUD Abdul Moeloek

“Saat mendapatkan asimilasi mereka dipulangkan namun harus tetap berada dirumah sehingga mereka juga tidak dapat bekerja, selain pekerjaan yang bisa mereka lakukan di rumah,” terangnya.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top