Modus

Napak Tilas Rp2 Miliar Versi Raden Zugiri

Mantan anggota DPRD Lampung Tengah, Raden Zugiri, hadir secara daring dalam persidangan di PN Tanjung Karang/WAN

Suluh.co – Dalam kesaksian secara daring di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, mantan anggota DPRD Lampung Tengah, Raden Zugiri, membeberkan sejumlah uang senilai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar yang ia terima dari Taufik Rahman mantan Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga Lampung Tengah.

“Uang Rp1 miliar itu diperintahkan dari Taufik untuk uang partai,” kata Raden Zugiri, dalam persidangan lanjutan kasus suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018 yang melibatkan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, Kamis (25/3).

“Saya lupa yang memberikan, orangnya hitam dan tinggi. Dan itu saya yang menerima uang tersebut, dan Rp1 miliar itu untuk PDIP,” timpal Raden Zugiri.

Baca Juga:  Jaksa Dinilai Paksakan Pasal Pembunuhan dalam Kasus Yogi Andhika

Selanjutnya, terkait dana Rp500 juta, ia membagikan kepada empat orang termasuk dirinya.

Selain uang tersebut, ada uang Rp2 miliar yang ia dapatkan dari orang bernama Bunyana, mantan anggota DPRD Lampung Tengah yang tersandung perkara suap ketok palu rencana pinjaman daerah ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), kepada dirinya untuk dibagikan kepada ketua fraksi.

“Uang itu untuk ketua fraksi, dan saya buka di rumah yang di bungkus karung plastik. Untuk fraksi PDIP, PKB, Gerinda, Golkar, hingga Demokrat. Disitu sudah ada tulisan untuk pembagiannya,” tandasnya.

Sebelumnya, empat mantan anggota DPRD Lampung Tengah, yakni Achmad Junaidi Sunardi, Raden Zugiri, Zainuddin dan Bunyana divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan oleh majelis hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/1).

Keempatnya merupakan terdakwa kasus dugaan suap terkait persetujuan rencana pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018.

Baca Juga:  Pesta Narkoba Oknum Polisi Ini Ditangkap Tim Gabungan Satnarkoba Polres Way Kanan

Hakim juga mencabut hak politik keempat terdakwa selama tiga tahun sejak yang bersangkutan selesai menjalani pidana pokoknya.

Keempatnya terbukti menerima suap dari mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa melalui mantan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah Taufik Rahman dengan jumlah bervariasi.

Suap itu diberikan agar keempatnya ikut menyetujui rencana pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp300 miliar dan mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018.

Raden Zugiri disebut menerima uang secara bertahap sebesar Rp1,665 miliar.

Sebagian besar uang tersebut diserahkan Raden Zugiri untuk kepentingan fraksi partainya, dibagi-bagikan ke tiga anggota DPRD Lampung Tengah lainnya.

Baca Juga:  Pria Paruh Baya Nekat Bongkar Kotak Amal di Masjid Asy Syifa

Dari total penerimaan itu, Zugiri menikmati uang sebesar Rp265 juta.

Atas perbuatannya, mereka dianggap melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

 

Reporter : Agung Kurniawan

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top