Modus

Muncikari Vernita Syabila Divonis 4,6 Tahun Penjara

Muncikari artis Vernita Syabilla yang berinisial BS, disidangkan secara perdana di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, dengan agenda sidang pembacaan dakwaan dari jaksa/NUS

Suluh.co – Baban Supandi, yang diketahui sebagai seorang muncikari artis bernama Vernita Syabila, harus menerima putusan hakim yang memenjarakannya selama empat tahun enam bulan.

“Dikenakan pidana denda dengan besaran Rp120 juta, subsidair denda yaitu penjara selama dua bulan,” kata hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Bandar Lampung, Rabu (16/12).

Vonis terhadap terdakwa kali ini lebih ringan dari tuntutan jaksa pada sidang sebelumnya, yang menuntutnya untuk menjalani pidana penjara selama lima tahun dan membayar denda sebesar Rp120 juta, dengan subsidair denda yaitu penjara selama tiga bulan.

Baca Juga:  Usai Diperiksa, BNNP Lampung Tahan Kalapas Kalianda

Ia divonis dengan jeratan pasal 2 ayat-1 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007, junto pasal 10 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007, tentang tindak pidana perdagangan orang.

Terdakwa sendiri menjadikan vernita syabila sebagai objek dari bisnis prostitusinya dengan cara memposting foto sang artis di status WhatsApp miliknya.

Hingga tak berapa lama Maila Kaesa yang tengah mencari artis untuk melayani pelanggannya di Lampung, langsung merespon postingan terdakwa.

Saat itu terjadilah kesepakatan harga sebesar Rp20 juta,untuk memboyong Vernita Syabila ke Lampung, yang juga telah disepakati oleh sang artis untuk tarif kencan singkatnya bersama seorang pengusaha Lampung.

Bahwa dari uang Rp20 juta yang diberikan oleh Maila Kaesa sebagai harga layanan kencan singkatnya, Vernita Syabila mendapat bagian sebanyak Rp12 juta, sementara sisa sebanyak Rp8 juta rupiah diberikan kepada terdakwa selaku muncikari.(NUS)

Baca Juga:  Gegara Minuman Keras, Dua Sahabat Ini Saling Hantam
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top