Bandar Lampung

Mudik Dipantang, Salam Tempel Melayang

Wakil Ketua IV DPRD Provinsi Lampung Fauzan Sibron/DUM

Suluh.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memerintahkan jajarannya dan instasi terkait untuk mencegah kedatangan pemudik memasuki provinsi ini.

Mengingat pendemi Covid-19 belum berlalu. Sehingga, fenomena kepulangan para perantau berpotensi memunculkan cluster baru.

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan warganya atau pendatang untuk membekali dirinya dengan sertifikat vaksinasi Covid-19 bila ingin bepergian.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua IV DPRD Provinsi Lampung Fauzan Sibron, mengatakan keputusan pemerintah adalah keputusan yang terbaik saat ini.

“Dilarang mudik adalah keputusan yang terbaik saat ini, bukan keputusan yang tidak berdasar, tapi betul betul untuk kepentingan nasional,” kata Fauzan Sibron, usai Musda ke-XIV BPD Hipmi Lampung, di Hotel Novotel, Rabu (31/3).

Baca Juga:  Beredar 10 Nama Tenaga Ahli Pemprov, Gindha : Itu Tim Kuasa Hukum

Keputusan pemerintah pusat untuk melarang warganya mudik tidak mengurangi tali silaturahmi.

Menurutnya, untuk berkomunikasi saat ini bisa menggunakan aplikasi seperti zoom meeting.

“Kita bisa bertalisilaturahmi dengan zoom meeting atau video call melalui WhatsApp dan lain-lain. Ini tidak mengurangi tali silaturahmi kita,” ujar dia.

“Maka dari itu kita menghimbau saudara-saudara saya yang ada di luar lampung untuk berdoa dan bersabar,” tambahnya.

Selain itu untuk ekonomi pada sektor parawisata di Lampung, menurutnya bisa dinomor dua kan sebab kesehatan masyarakat adalah yang utama.

“Tentu secara ekonomi memang sektor parawisata terkendala namun ini adalah cara terbaik saat ini soal ekonomi dikemudian hari kita bisa bangkit, tapi buat apa ekonomi bangkit kesehatan masyarakat tidak menjadi penting,” tutupnya.

Baca Juga:  Soal Singkong, Indikasi Pasar Berjalan Sesuai Selera Pemodal Besar

Seperti diketahui bersama, salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu saat Hari Raya Idul Fitri tiba adalah tradisi bagi-bagi THR (Tunjangan Hari Raya).

Tradisi ‘salam tempel’ ini dilakukan para orang tua atau sanak saudara setelah sungkeman atau saat Halal Bi Halal.

Nominal THR disesuaikan dengan usia, yang lebih tua biasanya mendapat bagian lebih besar. Dengan demikian, adanya larangan mudik yang menjadi salah satu ciri lebaran di Indonesia menjadi hilang guna mencegah penyebaran Covid-19.

 

Reporter : M Yunus Kedum

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top