Politik

Mobilisasi Massa, Bawaslu Pesawaran Periksa Tim Paslon Nasir & Naldi

Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Ryan Arnando/Istimewa

PESAWARAN – Bawaslu memiliki wewenang penuh dalam pengawasan peyelenggaraan pemilu, tata cara dan prosedurnya diatur dalam PKPU, tetap mematuhi himbauan protokol kesehatan dalam menjalani tahapan Pemilukada.

Hal itu menjadi kewenangan penuh Bawaslu untuk mengawasi segala aktifitas penyelenggaraan tahapan, juga terkait temuan dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan salah satu Paslon Bupati Pesawaran Nasir-Naldi, yang melakukan mobilisasi massa.

Hal tersebut di jelaskan, Ketua Bawaslu (Badan Pengawasan Pemilihan Umum) Kabupaten Pesawaran, Ryan Arnando, melalui sambungan telepon, Minggu (4/10).

Ia mengatakan, akan tegas menyikapi laporan dugaan pelanggaran mobilisasi massa oleh paslon nomor urut 1, yang sudah masuk pada tanggal 3 Oktober 2020,

Baca Juga:  Melalui UPSK, Ridho-Bakhtiar Layani Penyandang Disabilitas

“Laporan dugaan pelanggaran mobilisasi masa oleh paslon nomor 1 baru masuk kemarin, dan hari ini sudah registrasi” jelas Ryan.

Terkait laporan pelanggaran, tambah Rian, bahwa pada tanggal 28 September 2020, asa informasi ada pergerakan massa sebanyak tiga bus yang didepannya ada banner paslon nomor urut 1.

“Besok, rencana kami akan memanggil saksi dan meminta keterangan,” tambahnya.

Mengenai pelanggaran pilkada, apabila terbukti melanggar aturan yang berlaku, paslon nomor urut 1 bisa dikenakan sanksi administratif hingga ke pidana.

“Ini kan masih proses, kita belum ada kesimpulan, tapi masih kami kaji apakah ini administrasi atau menuju pidana. Nanti setelah kita selesai meminta keterangan akan kita plenokan dan kita sampaikan,” tutupnya.(PON)

Baca Juga:  Kecurangan TSM, Bawaslu Pesawaran Survei Indeks Kerawanan Pemilu
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top