Daerah

Milenial 32 Tahun, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Ketum Apkasi 2021-2026

Selamat bekerja, Ketua Umum Apkasi yang baru, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Bupati Dharmasraya! [red/Release Dharmasraya/BPMI Setpres/Muzzamil]

Suluh.co — Surprise datang dari arena sarat balut pandu protokol kesehatan cegah kendali COVID-19, Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) 2021, secara luring terbatas di Istana Negara dan Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, serta peserta daring lainnya dari tempat tugas bupati se-Indonesia, Jum’at (26/3/2021).

Dalam ajang konsolidasi lima tahunan bertema “Penguatan Kapasitas Daerah Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi COVID-19 Melalui Kolaborasi Pusat, Daerah dan Swasta dengan Dukungan Kebijakan yang Berpihak”, Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat, Sutan Riska Tuanku Kerajaan resmi terpilih sebagai Ketua Umum Apkasi periode 2021-2026.

Ini diketahui salah satunya dari unggahan akun media sosial Facebook pemerintah kabupaten setempat, Release Dharmasraya.
“Alhamdulillah. Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum Apkasi 2021-2026. #DariDharmasrayauntukIndonesia,” tulis admin, dalam unggahan pukul 16.02 WIB Jumat petang, disitat dari Bandarlampung.

Diketahui, Deklarasi Apkasi di Jakarta, 30 Mei 2000, menjadi tonggak lahir Apkasi seiring arus deras desentralisasi wilayah dan otonomisasi daerah pascaberlakunya UU 22/1999 tentang Otonomi Daerah, dipelopori 26 bupati dari sejumlah wilayah Tanah Air.

Apkasi beranggota sistem stelsel pasif dari 416 kabupaten se-Indonesia, diwakili bupati. Per pulau terdiri 120 kabupaten di Sumatera, Jawa (85), Kepulauan Nusa Tenggara (37), Kalimantan (47), Sulawesi (70), Kepulauan Maluku (17), dan 40 kabupaten di Papua.

Pada periode kepengurusan lalu, Sutan Riska adalah salah satu Wakil Ketua Umum Apkasi. Terpilihnya bupati milenial yang 27 Mei nanti genap 32 tahun, menggantikan ketua umum sebelumnya, Bupati Banyuwangi dua periode sejak 2010, Abdullah Azwar Anas.

Baca Juga:  PWI Lambar Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan

Saat ini, juga merupakan periode kedua kepemimpinan Sutan Riska, politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini. Usai dia menang lagi pada pilkada serentak nasional lanjutan masa pandemi 2020 lalu.

Pengingat, dia terhitung salah satu bupati termuda di Indonesia, saat dilantik pertama kali periode 2016-2021 di usianya 26 tahun.

Sebelum terpilih, alumni SDN 48, SMPN 1 dan SMAN 1 Sungai Rumbai, serta STIE Perdagangan, Kota Padang itu mengikuti seluruh mekanisme pencalonan, antara lain penyampaian visi misi.

Sebelum jadi bupati, selain latar pengusaha, Wakil Direktur Roembay Plaza dan Direktur PT Putra Rumbai Mandiri, suami Dewi Lopita Sari, ayah Sutan Muhammad Athar itu juga Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dharmasraya. Hobi bela diri karate, Sutan yang juga seorang raja Kerajaan Koto Besar ini, aktif jadi Ketua Pengurus Daerah Karate Shotokai Provinsi Sumatera Barat.

Dharmasraya sendiri, yang berjuluk Ranah Cati Nan Tigo, per historis kawasan pernah berdiri sebuah Kerajaan Melayu beribu kota Pulau Punjung. Dharmasraya, yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 38/2003, merupakan pemekaran dari Kabupaten Sijunjung.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat pidato pembukaan munas, mengingatkan jajaran pemda untuk tidak lengah dan tetap menjaga kewaspadaan, meskipun beberapa waktu ke belakang kasus konfirmasi positif COVID-19 harian di Indonesia relatif menurun, sebagai dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dan vaksinasi massal.

“Penurunan kasus harian sebagai dampak PPKM berskala mikro dan vaksinasi massal jangan sampai menghilangkan kewaspadaan dalam menangani penyebaran virus korona,” tegas Presiden.

Baca Juga:  Polres Pesawaran Bersih Bersih Masjid

“Tugas kita dalam penanganan pandemi COVID-19 ini belum berakhir, belum selesai. Risiko penyebaran COVID-19 ini masih ada. Jangan merasa (kasus harian) sudah turun 5.000-an langsung kewaspadaan kita menurun. Hati-hati,” wantinya, menegaskan dia selalu memantau perkembangan kasus pandemi dan kondisi ekonomi di tiap daerah.

Penanganan pandemi, lugasnya, erat kaitan dengan pemulihan ekonomi wilayah di mana keduanya harus berjalan beriringan secara seimbang. Ada satu waktu dimana butuh ada pengetatan dari sisi kesehatan.

Apabila penyebaran sudah relatif terkendali, perlahan fokus pembukaan sektor ekonomi untuk mengupayakan pemulihan ekonomi yang terdampak. Namun, dua hal ini harus bisa dicermati dengan baik pelaksanaannya. “Dicek betul, lihat kasus naik atau tidak. Begitu naik, harus ada kebijakan yang cepat. Misalnya begitu buka pasar, COVID-nya naik dua kali, stop. Kalau tidak (stop), COVIDnya tidak dapat (kasus naik terus), ekonomi juga tidak dapat (ekonomi turun terus). Hati-hati karena ini berhubungan,” beber Presiden.

Terkait dengan itu, Jokowi meminta kepada bupati se-Tanah Air, agar program vaksinasi massal yang juga digelar di daerah, dikawal secara detail. Sebab mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia, sehingga Presiden pun meminta adanya prioritas pemberian vaksin.

Usai vaksinasi tenaga kesehatan, prioritas selanjutnya diberikan ke titik-titik padat interaksi dan mobilitas seperti pekerja dan pelayan publik di pasar, terminal, pelabuhan, bandara, dan lainnya.

“Target setiap kabupaten itu harus tahu. Saya datang ke sebuah kabupaten, saya tanya, harus mengerti. Ditanya kasus harian COVID berapa, juga harus tahu dengan detail karena ini persoalan besar yang semua bupati harus tahu,” lugas Jokowi lagi, seperti disitat dan diakses dari siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI Setpres) Kementerian Sekretariat Negara.

Baca Juga:  Puluhan Pelajar Bolos Sekolah Terjaring Razia Satpol PP Kota Metro

Hadir fisik pada pembukaan Munas V Apkasi antara lain Mendagri Tito Karnavian, Seskab Pramono Anung, Ketum Apkasi 2015-2020 Abdullah Azwar Anas.

Jum’at (19/03/2021) pekan lalu, pengurus Apkasi beraudiensi dengan Mendagri Tito Karnavian di Gedung A Kemendagri, Jakarta. Abdullah Azwar Anas memimpin delegasi, didampingi Sekjen Apkasi Najmul Akhyar, dua waketum yakni Sokhiatulo Laoli dan Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Wabendum Ratu Tatu Chasanah, serta Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang, melaporkan persiapan kegiatan Munas V.

Azwar usai audiensi menyebut, sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi, pengurus Apkasi melaporkan kepengurusan yang dipimpinnya telah usai masa bakti.

Secara operasional, Apkasi ini sehari-hari berkantor di Gedung Sahid Sudirman Center, Lantai 21, Jl Sudirman Kav 86 Jakarta Pusat. Kanal korespondensi disediakan melalui kontak telepon (021) 27889480, faksimili (021) 27889481, dan surel info@apkasi.org.

Seperti menyeruak kembali pada Munas V ditengah sulit pemulihan dampak ekonomi, penanggulangan pandemi saat ini, portofolio Apkasi berkomitmen mengoptimalisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai instrumen fiskal percepatan pemulihan ekonomi daerah.

Selamat bekerja, Ketua Umum Apkasi yang baru, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Bupati Dharmasraya!

 

Reporter : SUL/RLS/Dharmasraya/BPMI Setpres/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top