Bandar Lampung

Mengenal Lebih Jauh Siapa Suma Wibawa di Kasus Korupsi yang Libatkan PT Topcars Indonesia

Mengenal Lebih Jauh Siapa Suma Wibawa di Kasus Korupsi yang Libatkan PT Topcars Indonesia
Mengenal Lebih Jauh Siapa Suma Wibawa di Kasus Korupsi yang Libatkan PT Topcars Indonesia

Suma Wibawa terseret di dalam kasus yang melibatkan PT Topcars Indonesia dan terungkap di dalam dakwaan Suherni. Suma Wibawa adalah sosok yang diminta Senen Mustakim untuk ditemui anak buahnya Suherni karena butuh info soal PT Topcars Indonesia. Sumber foto: akun twitter Suma Wibawa.

Suluh.co – Nama Suma Wibawa muncul dalam surat dakwaan jaksa pada kasus korupsi di tubuh Badan Pengelolaan, Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah [BP2KAD] Lampung Timur, yang dibacakan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis siang, 10 Desember 2020.

Dalam dokumen surat dakwaan yang diperoleh Suluh.co, Suma Wibawa punya peranan di kasus ini. Peranan itu disampaikan jaksa di dalam dakwaan ke terdakwa Suherni, selaku PPK untuk pengadaan 2 unit mobil mewah Toyota Land Cruiser Prado & Toyota New Harrier.

Suherni mendapat perintah dari bosnya, Kepala BP2KAD Lampung Timur bernama Senen Mustakim untuk berbicara dengan Suma Wibawa perihal lelang mobil mewah yang belakangan digunakan oleh Chusnunia Chalim & Zaeful Bukhori. Kendati memberi perintah, Senen Mustakim masih berstatus sebagai saksi di kasus ini.

“Terdakwa selaku PPK diminta oleh Senen Mustakim untuk berkoordinasi dan berhubungan dengan Suma Wibawa dari Pemerintah Kabupaten Lampung Utara yang pernah melakukan pengadaan kendaraan dinas Bupati Lampung Utara, berupa Toyota LC Prado,” urai jaksa dalam dakwaan.

Permintaan itu muncul karena lelang untuk mobil mewah tersebut di awal-awal gagal dilaksanakan. Supaya tidak gagal, Senen Mustakim meminta agar Suherni bicara kepada Suma Wibawa karena Suma Wibawa dianggap punya pengetahuan soal mobil mewah. Saat itu pula muncullah perusahaan bernama PT Topcars Indonesia.

“Selanjutnya terdakwa bersama dengan Annys Fansori [PPTK] melakukan pertemuan dengan Suma Wibawa di kantin Pertiwi Pahoman, Kota Bandar Lampung, dan didapatkan keterangan dari Suma Wibawa bahwa yang menjadi penyedia barang kendaraan dinas Wakil Bupati Lampung Utara adalah PT Topcars Indonesia dari Palembang,” lanjut jaksa.

Mengetahui informasi itu, Suherni dan Annys Fansori meminta bantuan dari Suma Wibawa, agar profil perusahaan dan contact person dari PT Topcars Indonesia diberikan, dengan tujuan agar lelang di BP2KAD Lampung Timur berjalan, dan bosnya Senen Mustakim tidak kecewa.

“Serta terdakwa meminta kepada Suma Wibawa untuk diberikan kontak person Deby Susanto dari PT Topcars Indonesia,” timpal jaksa.

Setelah apa yang diminta diberikan oleh Suma Wibawa, Suherni meneruskan perintah kepada Annys Fansori agar berkomunikasi dengan Dadan Darmansyah selaku Pokja –yang juga berstatus terdakwa di kasus ini.

“Kemudian meminta kepada Annys Fansori untuk diberikan kepada Dadan Darmansyah selaku Ketua Pokja V untuk dilakukan upload sebagai peserta lelang, dan terhadap dokumen kontrak yang diberikan Suma Wibawa untuk dilakukan edit,” terang jaksa.

Suherni agaknya tak ingin Senen Mustakim kecewa. Dalam dakwaan, ia disebutkan kemudian memberikan arahan lanjutan kepada Dadan Darmansyah sebelum lelang diulang untuk kali keduanya.

“Agar pelelangan kedua jangan sampai gagal, dan meminta serta mengarahkan bahwa perusahaan yang akan masuk adalah dari Palembang, yaitu PT Topcars Indonesia dan untuk memenangkan PT Topcars Indonesia,” bunyi perintah Suherni di dakwaan yang dibaca jaksa.

Perintah itu disambut oleh Dadan Darmansyah dengan memberikan arahan kepada anak buahnya. “Mengumpulkan Pokja V, yaitu Ahmad Sirojuddin, Suwandi, Nopan Sopwan, Cecep Miarsana, memberikan arahan dan meminta untuk pelelangan yang kedua jangan sampai gagal,” ungkap jaksa.

Suma Wibawa di tahun 2015, menduduki jabatan sebagai pejabat pada Bagian Umum Sekretariat Pemkab Lampung Utara. Pada 2015, keterangan soal pengadaan mobil mewah merk Toyota Land Cruiser Prado di Lampung Utara pernah direspons olehnya.

Suma Wibawa kini menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara. Suma Wibawa pernah dilaporkan jarang masuk kantor. 

Soal keberadaan Toyota Land Cruiser Prado di Lampung Utara, sudah menjadi ulasan pada kasus korupsi yang penanganannya diawali Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] lewat Operasi Tangkap Tangan [OTT] ke mantan bupati setempat: Agung Ilmu Mangkunegara.

Ulasan tentang mobil ini muncul dari keterangan atau kesaksian Desyadi, seorang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Lampung Utara. Mobil ini menurut Desyadi diminta oleh bupati untuk dibelikannya.

KPK pun dalam perjalanan kasus tersebut dilaporkan telah melakukan penyitaan terhadap 1 unit Toyota Land Cruiser Prado. Plat kendaraan mewah itu: BE 1 J.

Baca Juga:  ASN Pemkot Tampak Bahagia Saat Herman Cuti

Suherni tak menampik tentang sosok Suma Wibawa yang memiliki jabatan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara. Suluh.co mendapati Suherni mengangguk ketika ditanya perihal sosok Suma Wibawa usai ia selesai menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis siang, 10 Desember 2020.

Berdasar informasi yang diperoleh Suluh.co, Suma Wibawa sudah dimintai keterangan sebagai saksi terperiksa dan dimungkinkan untuk dihadirkan ke dalam persidangan kasus korupsi yang melibatkan Suherni.

Suluh.co memperoleh 0822 4681 xxxx sebagai nomor ponsel Suma Wibawa. Berulangkali dihubungi, nomor tersebut mengalihkan panggilan yang masuk. 

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top