Bandar Lampung

Menanti Hasil PK Eks Bupati Mesuji Khamami di Tangan Hakim MA, Akankah Dikabulkan?

Menanti Hasil PK Eks Bupati Mesuji Khamami di Tangan Hakim MA, Akankah Dikabulkan?
Menanti Hasil PK Eks Bupati Mesuji Khamami di Tangan Hakim MA, Akankah Dikabulkan?

Eks Bupati Mesuji Khamami didampingi kuasa hukumnya, saat menjalani proses persidangan di PN Tipikor Tanjungkarang. Foto: Tinus Ristanto.

Suluh.co – Eks Bupati Mesuji Khamami dan Taufik Hidayat –sang adik, mengajukan permohonan Peninjauan Kembali [PK]. Dua orang terpidana pada kasus korupsi hasil Operasi Tangkap Tangan [OTT] oleh Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] ini mengajukan permohonan tersebut pada 9 September 2020.

Sidang PK tersebut sudah diketahui telah berlangsung di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang dan dipimpin oleh hakim bernama Efiyanto.

Kepada Suluh.co, Efiyanto mengatakan Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang telah mengirimkan berkas hasil sidang PK Khamami tersebut ke Mahkamah Agung [MA].

Pasca dikirim, hasil sidang untuk PK Khamami dan Taufik Hidayat yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Tajungkarang tadi akan dinilai oleh MA. “Hasilnya tergantung MA,” tutur Efiyanto, Jumat, 27 November 2020.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Bakal Siapkan Kafe Pelayanan Publik

Suluh.co masih menunggu  jawaban dari Juru Bicara Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang Hendri Irawan tentang hasil proses persidangan PK yang sebelumnya digelar di pengadilan setempat dan akan mempublikasikannya.

Sebelumnya KPK ‘kesal’ atas putusan PK –pada kasus korupsi yang ditangani lembaga antirasuah itu, yang dikeluarkan oleh MA. Lewat Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri, lembaganya berharap MA mampu mengimplementasikan aturan tentang pedoman pemidanaan yang baru saja diterbitkan.

Adapun aturan yang dimaksud adalah perihal Peraturan Mahkamah Agung [Perma] Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemidanaan Tindak Pidana Korupsi [Tipikor] dalam Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Pemberantasan Tipikor.

“KPK mendorong MA segera mengimplementasikan Perma tentang pedoman pemidanaan pada seluruh tingkat peradilan. Pedoman tersebut tentu mengikat dan berlaku bagi majelis hakim tingkat PK,” harap Ali Fikri.

Baca Juga:  Proses Persidangan Mustafa di PN Tipikor Tanjungkarang dan Siapa Saja Mengambil Peran di Dalamnya

MA sebelumnya telah mengabulkan PK yang diajukan mantan Ketua PKB Lampung Musa Zainuddin. Melihat hal ini, KPK sangat kecewa. Meski demikian, KPK tetap menghormati keputusan tersebut.

“KPK menyayangkan dengan semakin banyaknya putusan MA ditingkat upaya hukum luar biasa [PK_red] dikabulkan oleh majelis hakim. Kami mencatat hingga saat ini sekitar 20 perkara yang ditangani KPK sepanjang 2019-2020 yang hukumannya dipotong. Sekalipun setiap putusan majelis hakim haruslah dihormati, KPK berharap fenomena ini tidak berkepanjangan,” tutur Ali Fikri kemarin.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top