Modus

Masuk ke Penyidikan, Kejati Didesak Tetapkan Tersangka di Kasus Inspektorat Lamsel

Akademis dan Praktisi Hukum Bandar Lampung, Ginda Ansori Wayka/Istimewa

Suluh.co – Akademis dan Praktisi Hukum Bandar Lampung, Ginda Ansori Wayka, meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung untuk menyelesaikan proses penyidikan dan segera menetapkan tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi pemerasan atau penerimaan hadiah yang melibatkan pejabat struktural Inspektorat Lampung Selatan Tahun 2020 lalu.

“Kita mengapresiasi kinerja pihak kejati yang telah menetapkan, bahwa kasus dugaan pemerasan  pejabat di Lampung Selatan itu telah ditingkatkan ke penyidikan,” kata Ginda, Senin (21/6).

Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) ini menambahkan, proses dari penyelidikan ke penyidikan ini juga begitu cepat yang dilakukan oleh Kejati merupakan langkah yang berani.

“Tentunya proses ini tidak boleh gegabah agar tidak melanggar hak azasi manusia dalam pelaksanaannya,” urainya

Namun, ia berpendapat, harapan publik tentunya dengan memeriksa cukup banyak saksi, sudah cukup bukti untuk menetapkan siapa saja yang terlibat dalam dugaan pemerasan ini.

“Kalau melihat saksi yang begitu banyak mencapai 30 orang,  tentunya rasional jika perkara ini lambat mengingat banyak pihak yang diperiksa dan ini membutuhkan waktu pemeriksaan,” katanya

Baca Juga:  Sekarang, Kota Bandar Lampung Punya 2 RTH Dari Gubernur

Terlepas dari itu semua, Kejati juga harus sudah menetapkan tersangka dan segera melakukan upaya hukum.

“Sudah cukup untuk membuktikan perbuatan ini dengan saksi yang jumlahnya banyak tersebut,” ucapnya

Kejati juga harus untuk secara tegas menyelesaikan proses perkara ini, agar tidak berlarut – larut dalam proses hukumnya.

“Kejati Lampung harus segera merampungkan proses penyidikan ini, karena berlarut-larutnya proses hukum akan menurunkan citra pemerintah dan bahkan termasuk citra lembaga penegak hukum yang ditengarai lambat dalam proses penyidikan tindak pidana,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan tindak pidana korupsi pemerasan atau penerimaan hadiah yang melibatkan pejabat struktural Inspektorat Lampung Selatan Tahun 2020 lalu, Kejati Lampung telah memeriksa saksi sebanyak 30 orang dan belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut, Sabtu (11/6).

Kasipenkum Kejati Lampung Andrie w Setiawan menjelaskan, bahwa dalam perkara ini yang di tangani kejati masih dalam tahap pemeriksaan saksi.

“Untuk perkembangan saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi,” kata Andrie.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Jauh Siapa Suma Wibawa di Kasus Korupsi yang Libatkan PT Topcars Indonesia

Untuk itu, berdasarkan hasil dari pemeriksaan saksi juga belum ada yang ditetapkan untuk menjadi tersangka dalam perkara ini. “Jadi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” urainya

Selain itu, saksi yang telah di periksa oleh Kejati sebanyak 30 orang dan perkara ini juga masih dalam penyidikan lebih lanjut.

“Untuk tahapan penyidikannya masih dik umum dan saksi yang sudah diperiksa sekitar 30 orang hingga saat ini,” tandasnya.

Diketahui, Kejati Lampung sedang menangani kasus dugaan korupsi di Inspektorat Lampung Selatan, pada Senin 23 November 2020. Kasus ini diketahui sudah berada pada tingkat penyidikan.

Berdasarkan keterangan yang datang dari Kejaksaan Tinggi Lampung, penanganan kasus dan kegiatan ini didasarkan atas surat perintah penyidikan No.06/ L.8/Fd.1/11/2020 tanggal 17 November 2020 dan sprint geledah No.04/ L.8/Fd.1/ 11/2020 tanggal 17 November 2020.

Lanjutan dari isi keterangan surat perintah penyidikan dan surat perintah geledah itu: menyita dokumen dan alat komunikasi. Diduga penyitaan alat komunikasi ini dimaksudkan para penyidik jaksa untuk ‘menyedot’ segala informasi yang ada di dalam alat tersebut.

Baca Juga:  Pasca Hujan Deras, Tiga Dusun di Way Panji Lampung Selatan Terendam Banjir

Alat komunikasi yang disita itu disebut adalah milik para pejabat struktural di Inspektorat Lampung Selatan. Meski demikian, pemilik alat komunikasi itu tidak dipaparkan Kejaksaan Tinggi Lampung.

“Telah dilakukan penggeledahan terhadap kantor Inspektorat Lampung Selatan dan dari penggeledahan tersebut, tim penyidik mengambil barang-barang berupa dokumen dan juga alat komunikasi beberapa pejabat strategis di lingkungan Inspektorat Lampung Selatan,” tulis Kepala Seksi Penerangan Hukum pada Kejaksaan Tinggi Lampung Andrie W Setiawan.

 

Reporter : Agung Kurniawan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top