Daerah

Masjid Persahabatan Indonesia dan Turkistan Timur Way Muli Diresmikan

Peresmian Masjid Turkistan Timur Syekh Muhammad Salih Nurussa’Adah, Desa Waymuli Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan/Istimewa

RAJABASA – Masjid Turkistan Timur Syekh Muhammad Salih Nurussa’Adah, Desa Waymuli Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, diresmikan pada Rabu (27/11), oleh Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur Seyit Tumturk dan Dewan Pembina ACT Syuhelmaidi Syukur.

Dalam kegiatan tersebut juga turut hadir Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kemasyarakatan Burhanuddin, Sekretaris Kecamatan Rajabasa, Kepala Desa Way Muli dan Kapolsek Kalianda.

Dewan Pembina ACT Syuhelmaidi Syukur mengatakan kehadiran Seyit Tumturk merupakan tamu istimewa yang sedang merasakan penderitaan karena dikuasai oleh negara lain.

Kehadiran Seyit Tumturk di Indonesia tahun kemarin untuk mendapatkan dukungan terhadap Suku Uighur yang tidak mendapatkan kebebasan dalam beragama.

Baca Juga:  Pegawai Negeri di Kota Metro Terjaring Razia Saat Jam Kerja

Saat itu berbarengan dengan bencana tsunami yang menimpa di Banten dan Lampung. Setelah melihat langsung kondisi terkini, Ia menyerahkan bantuan untuk pembangunan Masjid Persahabatan Indonesia dan Turkistan Timur (Uighur).

Bantuan tersebut menggambarkan bahwa umat Islam sangat bersatu dan saling membantu tanpa melihat apapun sukunya.

“Kita berdoa dengan bantuan yang disampaikan, semoga perjuangan bangsa Uighur untuk mendapatkan kebebasan beribadah dikabulkan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Sedangkan Seyit Tumturk selaku Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur mengatakan penamaan Masjid Syekh Muhammad Salih Nurussa’Adah merupakan bentuk penghormatan kepada ulama Uighur yang telah syahid dibunuh oleh penguasa setempat.

Untuk itu diharapkan kehadiran Masjid akan menambah semangat warga Way Muli untuk beribadah.

Baca Juga:  Masyarakat Desa Bumi Sari Tuntut Pencoblosan Ulang Pilkades

“Saya mengucapkan salam kepada seluruh panitia dan tokoh masyarakat yang sudah menyambut dengan senang hati, kita harus bersyukur disini bisa menjalankan ibadah dengan bebas tidak seperti yang dialami saudara muslim yang ada di Uighur,” untuk.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top