Bandar Lampung

Masih Ada Yang Nekad Abai Disiplin Protokol Kesehatan? Duh, Kita Tetap #ingatpesanibu Ya Gengs?

3 M — Selalu memakai masker jika berkegiatan di luar rumah/ruang publik, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun air mengalir minimal 20 detik, selalu menjaga jarak fisik aman minimal satu meter hindari kerumunan dan berkerumun. | Ilustrasi: Satgas Penanganan COVID-19 | #ingatpesanibu

BANDAR LAMPUNG — Virus corona masih ada. Virus nama ilmiah SARS-CoV-2 ini belum pergi. Data hari ini, Sabtu (7/11/2020), situasi nasional COVID-19 Indonesia mengumumkan 4.262 kasus baru. Ya Tuhan!

Hingga hari ini yang juga diperingati sebagai Hari Wayang ini, total populasi penduduk Indonesia yang terjangkit virus ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, Tiongkok, Desember 2019 ini sebanyak 433.836 kasus positif.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), disitat dari kanal ofisial Youtube Sekretariat Presiden, merincikan data situasi nasional pandemi 1 November 2020, menyebut angka rerata kasus aktif COVID-19 di Indonesia telah berada di 13,78 persen, lebih rendah dibanding rerata dunia 25,22 persen.

Sementara itu, saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air yang masih harus bertempur mengalahkan virus mikromilimeter ini di tubuh mereka, tercatat 54.879 orang kasus aktif. Ini bertambah 452 dari jumlah pada Jumat (6/11/2020) kemarin.

Yang dengan seizin Tuhan Allah SWT berhasil memenangkan medan tempur itu dan dinyatakan sembuh sebanyak 364.417 orang. Bertambah 3.712 orang dari jumlah kemarin. Hore!

Jokowi juga bilang, angka tingkat kesembuhan atau kasus sembuh juga Alhamdulillah, makin baik di 82,84 persen atau lebih tinggi dari rerata dunia yakni 72 persen. Mashaallah!

Sementara, mereka yang kematiannya syahid karenanya dijanjikan oleh Allah SWT syuhada, yakni 14.540 orang yang nyawanya tak tertolong. Jumlah kasus meninggal dunia ini bertambah 98 orang jumlah kemarin. Semoga husnul khotimah. Aamiin!

Baca Juga:  Batasi Penyebaran Corona, Pemda Semprot Jalan Raya Purworejo

Menggembirakannya, jumlah orang dites terus naik, kini mencapai angka 3.059.777 orang, bertambah 29.116.
Adapun positive rate di angka 14,64 persen, total spesimen 4.754.436 atau bertambah 38.249. Kasus suspek juga berkurang 202, kini sejumlah 56.461.

Hanya tinggal, yang masih butuh kerja amat super ekstra keras, persentase kasus wafat akibat Covid-19 Indonesia masih lebih tinggi yakni 3,38 persen dibanding rerata dunia 2,5 persen. Ini kata Jokowi sendiri awal bulan ini.

Artinya apa? Musuh kita satu ini, juga miliaran manusia 215 negara terjangkit planet Bumi, masih enggan pergi. Virus perontok biliunan rupiah saldo bank penduduk bumi ini tak lah sembunyi. Cuma tersembunyi. Bahayanya, tahu-tahu berisik bunyi. Zona merah!, zona merah!, wah gaswat.

Dari itu tak lain dan tak bukan, kita hanya diminta siapkan selalu 1×24 jam awas mawas waspada siaga, dengan dua senjata. Pertama, senjata legal 3M dan kedua, senjata transedental doa.

Jadi, kita boleh “sombong” dong, jika tak sengaja bertemu orang lain yang dengan sombongnya secara sadar dan sengaja untuk abai dan tak patuhi dan tak berdisiplin protokol kesehatan cegah kendali corona?

Mengacu pada literatur muslim bahwa bersikap sombong (takabur) kepada orang lain yang sombong merupakan sedekah atau kebaikan, meski bukan firman Allah bukan hadist Rasul dan dilakukan sebatas lahiriah saja dengan tetap bertawadhu esa tunggal kepada Allah Azza wa Jalla, berlaku demikian masih bisa dibenarkan.

Betapa tidak, di saat semua orang sekelilingnya, selain sabar menjalani hidup ditengah kepungan pandemi ini juga sadar dan patuh protokol 3M, kita dibuat heran geleng kepala sekaligus dongkol bukan main andai menemui kasus masih ada mereka yang seenak jidat berkeliaran di tempat umum dan ruang publik ramai orang tanpa pakai masker pelindung pernapasan standar medis, misalnya.

Baca Juga:  Keren, Warga Pulau Morotai Ini Sediakan 100 Nasi Bungkus Gratis Setiap Harinya

Sudah banyak terjadi, jika di masa mula pandemi melanda Tanah Air, demi menemukan kasus diatas kita belagak cuek masa bodoh dan cuma ngedumel dalam hati “ulala, amit-amit jabang beibeh”, kini berbeda halnya.

Banyak diantara kita, mulai berani ambil inisiatif lebih. Dari ikut menegur “hai ganteng, pakai masker dong! Gak bawa, atau lupa pake? Nih aku kasih, langsung dipake ya?”, sampai yang ambil langkah simpel, “kucuk-kucuk” cari satpam, petugas keamanan, atau personil Satgas Penanganan COVID-19 terdekat. “Pak Pol PP, pada gak pake masker tuh!”, demikian seterusnya.

Dari itulah, sebab sehat dan kesehatan tidak dapat diwakilkan, serta penting bagi kita untuk tetap terus merawat kewarasan kite-kite sebagai makhluk Tuhan yang diwajibkan saleh spiritual sekaligus saleh sosial, atas nama cinta dan dengan didorong oleh keinginan kuat yang luhur, yuk tetap terus setia tiada bosan teriakkan kampanyekan: #ingatpesanibu, #ingatpesanibu!

“Emak! Apa, kenapa Badu? Ini si Bedi bandel, Mak, gak mau pake masker tadi dia dari pasar! Jewer kupingnya!”
Nah. “Dang lawang, Nak. Iyu.. Mak!”

By the way, cukup Cinta Laura Kiehl aja yang takut becek gak ada ojek, sedang kita, inga, inga, ting! #ingatpesanibu.

Selalu tetap tetap selalu memakai masker jika berkegiatan di luar rumah atau di ruang publik, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir minimal selama 20 detik, serta selalu menjaga jarak fisik aman minimal satu meter hindari kerumunan dan berkerumun. Corona jadi merana ngelawan senjata legal ini. Inshaallah.

Baca Juga:  Lawan Covid-19, Unila Kembangkan Gerbang Disinfektan Otomatis

Demi membantu kerja keras gerakan semesta kampanye nasional 3 M oleh Pemerintah Indonesia melalui Satgas Penanganan COVID-19, Padi Reborn, pesan solidaritas “Dari Lampung, Ingat 3 M, #ingatpesanibu” ini disampaikan dengan segenap kerendahan hati oleh (nama komunitas sesuai abjad) Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Lampung Resmen Kadafi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) Lampung Yogi Tri Wardhana.

Juga, founder/CEO Youtube Channel “Cawo Ekam” Lampung Novellia Yulistin Sanggem, Ketua Badan Pekerja Center for Democracy and Participative Policy Initiatives Studies (CeDPPIS) Muzzamil, founder/CEO “Dimsum Lia-Ha” dan “Sambal Bawang Aisha” Amalia Fitriani, dan Emerald Hill Residence Bandarlampung.

Berikut, Forum Alumni Nusantara (FAN) Lampung, Ketua DPD Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung Ary Meizari Alfian, founder/CEO Rias.ID Makeup Artist (MuA) Susi Nuryanti, Kantor Hukum Resmen and Partners, Kantor Hukum Tomi Samantha and Partners, dan Young People Indonesia.

Bersama jejaring mitra media massa, redaksi Suluh.co, sebagai perwujudan elan vital semangat tagar #medialawancovid19 selaras dengan komitmen udara dalam bagian perang total melawan pandemi.

Bagi kamu-kamu yang pengen gabung di kampanye positif ini biar bisa ikut dicantumkan nama komunitasnya, sebab kampanye ini sporadis sifatnya, kontak narahubung di 081379732228.

Semangat, Bersatu Bergotong-royong, dan Sakai Sambayan, Lawan Corona! (SUL/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top