Modus

M. Syaleh Minta Polisi Tahan Darusallam

David Sihombing, kuasa hukum Muhammad Syaleh/Net

BANDAR LAMPUNG – Pengadilan Negeri Tanjung Karang, menggelar sidang perdana terkait perkara penipuan dan penggelapan, dalam permasalahan perjanjian bagi hasil penjualan lahan Gunung Kunyit seluas 16 hektare, atas nama terdakwa Muhammad Syaleh.

Dalam sidang yang digelar secara daring ini, Selasa (24/11), Muhammad Syaleh yang mengalami gangguan pendengaran sempat menjadi masalah jalannya sidang, maka dari itu melalui kuasa hukumnya terdakwa memohonkan agar pada gelaran sidang mendatang dapat dilakukan secara tatap muka.

“Hari ini, saya memohonkan kepada majelis hakim untuk penangguhan penahanan klien saya, mengingat usianya yang sudah lanjut dan sering sakit-sakitan. Selain itu, saya mohonkan untuk sidang tatap muka pada minggu depan, karena, klien kami ada gangguan pendengaran,” ujar David Sihombing, kuasa hukum Muhammad Syaleh.

Baca Juga:  Nelayan Telukbetung Timur Dibui 12 Tahun

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa kali ini, terdakwa Muhammad Syaleh melakukan kejahatannya dengan cara mengiming – imingi uang Rp2,4 miliar, ke korban Nuryadin, sebagai dana bagi hasil dari penjualan lahan seluas 16 hektare miliknya di Gunung Kunyit.

Sebelumnya terdakwa mendatangi korban Nuryadin pada 2014 lalu untuk meminta bantuan uang Rp500 juta, sebagai biaya pembuatan sporadik lahan miliknya tersebut, agar dapat dijual kepada Sutomo, yang sebelumnya telah terlebih dahulu memberikan uang muka kepada terdakwa, sebagai tanda booking pembelian sembari menunggu legalitas lahan.

Terdakwa dan korban akhirnya sepakat untuk bekerjasama dalam sebuah surat perjanjian, yang ditandatangani oleh Darusallam sebagai saksi sekaligus penghubung antara kedua pihak.

Baca Juga:  Kalianda Rawan Aksi Pencurian

Setelah uang untuk pembuatan sporadik diberikan kepada terdakwa, korban Nuryadin, pun menerima sporadik sebagai jaminan, yang ternyata didapati sporadik tersebut telah dibuat oleh terdakwa sejak tahun 2006, dan uang yang diterima terdakwa bukan diperuntukkan sebagai biaya pembuatan sporadic.

Meski demikian isi dakwaan dari jaksa, namun terdakwa, Muhammad Syaleh meminta keadilan dalam perkara ini, dirinya mendesak kepolisian dapat segera menahan Darusallam, yang menurutnya turut terlibat dalam perkara ini.

“Demi keadilan, kami meminta kepada Polresta Bandar lampung agar tidak tebang pilih untuk menahan Darusallam yang kini telah berstatus tersangka. Klien kami yang sudah tua saja ditahan, seharusnya tersangka lainpun juga ditahan,” tegas David Sihombing.

Baca Juga:  Sepakat Dibayar, Pemuda 18 Tahun ini Bantah Paksa Korban

Diketahui oleh karena perbuatannya tersebut, terdakwa M. Syaleh pun dijerat oleh jaksa menggunakan pasal 378 dan 372 KUHP, tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun.(NUS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top