Daerah

Lingkar Jelma Bius Penonton di SMA Pancasila Purworejo

Pementasan teater yang digelar secara virtual oleh kelompok seni Lingkar Jelma di SMA Pancasila Purworejo/MAS

Suluh.co – Pementasan teater yang digelar secara virtual oleh kelompok seni Lingkar Jelma di SMA Pancasila Purworejo, membius tamu undangan yang hadir, pada Jumat (19/2).

Pada masa pandemi dengan tetap menaati protokol kesehatan, Lingkar Jelma berusaha tetap eksis meski dalam keterbatasan.

Naskah Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, Adaptasi cerpen Seno Gumira Ajidarma oleh Gusmel Riyadh, di sutradarai Aldi Mahendra dibawakan secara apik oleh kelompok seni tersebut.

Tak banyak penonton namun tetap maksimal membawakan, itulah ungkapan yang disampaikan beberapa tamu undangan ketika pementasan usai.

Aldi menjelaskan secara singkat, pementasan tersebut menggambarkan realitas kehidupan. Adanya suara wanita serak-serak basah, dengan beberapa lelaki entah apa yang dibayangkan orang-orang di balik tembok dengan suara yang serak-serak basah itu.

Baca Juga:  Plt Bupati Lampung Selatan Titip Roda Pemerintahan

Wajah mereka seperti orang lupa dengan keadaan sekelilingnya. Agaknya nyanyian wanita itu telah menciptakan sebuah dunia di kepala mereka yang sungguh-sungguh senang berada disana.

Namun, keresahan ibu-ibu semakin menjadi-jadi. Para ibu mengeluh suami-suami mereka menjadi  dingin di tempat tidur.

“Naskah ini banyak sekali mengandung pesan moral dalam kehidupan, nantinya masyarakat dapat menyaksikan di kanal YouTube Lingkaran Jelma tanggal 23 Februari 2021,” terangnya.

Agus Winarno Waka Kesiswaan SMA Pancasila Purworejo, sebagai fasilitator tempat yang juga seorang seniman rupa lulusan IKIP Surabaya menyampaikan pihaknya sangat mendukung kreativitas anak-anak muda yang selalu memiliki semangat.

“SMA Pancasila menjadi sekolah yang mendukung penuh bakat-bakat anak yang ingin mengembangkan diri dalam bidang seni, kami sangat terbuka. Melihat pementasan yang di gelar Lingkar Jelma menunjukkan eksistensi seni di Purworejo tetap ada khususnya Teater, kekompakan mereka menjadi penyemangat bagi yang tua-tua,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sungai Kedung Putri Tempat Sampah Terpanjang di Purworejo

 

Reporter : Mahestya Andi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top