Modus

Lancarkan Aksi Penipuan dari Lapas, Kabid Humas Polda Lampung Palsu kembali Tertangkap   

RF pelaku penipuan/Istimewa

TANGGAMUS  – Upaya penyelidikan Polsek Kota Agung, Polres Tanggamus, berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan yang mengatasnamakan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Pandra Arsyad.

Kapolsek Kota Agung AKP Muji Harjono, mengatakan pelaku bernama RF (26) warga Pekon Bajar Agung, Kecamatan Limau Tanggamus, yang juga diketahui merupakan salah satu napi di Lapas Provinsi Lampung.

Menurut AKP Muji, pengungkapan berawal laporan Rodial (33) warga Pekon Sukajaya, yang telah menjadi korban penipuan dari RF yang mengaku Kepala Pekon Ketapang Limau.

“Atas penipuan itu korban mengalami kerugian sebesar Rp6 juta, yang ditransfernya di ATM Kota Agung pada 1 Maret 2020,” ujarnya

Dikatakan Kapolsek, berdasarkan pengembangan dan keterangan pelaku, ternyata ia juga sering melakukan penipuan mengatasnamakan Kabid Humas Polda Lampung guna meminta uang kepada korbannya.

Kemudian, selain mengaku Kabid Humas Polda Lampung, ia juga mengaku salah satu calon Bupati Pesawaran dan meminta sejumlah uang kepada warga Pesawaran untuk dana kampanye.

“Pelaku dalam melancarkan aksinya juga sering mengaku Kabid Humas Polda Lampung, itu juga sesuai dengan hasil screenshot Whatsapp handphone yang digunakan pelaku,” tukasnya.

AKP Muji menjelaskan, pengungkapan bermula laporan korban, lalu dilakukan croscek ke BRI dapat diketahui penerima uang transferan pria berinisial DE warga Sukoharjo Pringsewu.

Baca Juga:  Modus Gandakan Uang, Pasutri Diamankan Polres Lampura

Namun DE tidak mengenal pelaku, sebab ATM hanya dipinjam oleh EV yang merupakan pacar dari pelaku RF yang juga beralamat di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu.

Berdasarkan keterangan keduanya, penyelidikan mengerucut kepada pelaku RF yang ternyata pelaku sedang menjalani hukuman di salah satu Lapas di Provinsi Lampung.

“Berdasarkan keterangan itu, kami bergerak ke Lapas tersebut sehingga ia berhasil diidentifikasi dan mengakui semua perbuatannya,” jelasnya.

Sambungnya, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dua saksi DE dan EV selaku penerima uang, dapat diketahui bahwa EV juga menjadi korban penipuan pelaku RF yang mengaku anggota DPRD Pesawaran dan berpacaran melalui telfon.

“Saat kejadian, ATM saksi EV sedang diblokir lalu minta tolong saudaranya DE meminjam ATM, setelah mengambil uang kemudian diserahkan kepada seseorang suruhan pelaku yang datang ke rumahnya,” terangnya.

Ditambahkannya, RF merupakan resedivis sejumlah perkara penipuan dan penggelapan yakni pada tahun 2017 mengaku Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Hendra Saputra, kala itu menipu sejumlah warga Pugung dan ditangkap Polsek Pugung.

Lalu, pada tahun 2018 selepas keluar penjara ia kembali melakukan aksi penipuan disertai pencurian dengan kekerasan (curas) sepeda motor di Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, dengan mengaku Buser Polres Tanggamus dan ditangkap Polsek Pardasuka.

Kemudian saat menjalani hukuman di Rutan Kota Agung pada tahun 2018 ia juga melakukan penipuan mengaku salah satu Calon Bupati Tanggamus kepada para pengusaha-pengusaha dan meminta uang dengan alasan modal kampanye.

Baca Juga:  Wanita Kembali Jadi Incaran Begal di Kecamatan Tumijajar

Saat ini pelaku masih berada di salah satu Lapas Provinsi Lampung menunggu proses perpindahan ke Lapas Kabupaten Tanggamus sehingga proses penyelidikannya dapat lebih mudah dilakukan.

Atas perbuatannya, pelaku dapat dipersangkakan pasal 378 KUHPidana dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara ditambah 2/3 karena merupakan resedivis.

“Pelaku merupakan napi pindahan dari Tanggamus ke Lapas diluar Tanggamus sebab sedang menjalani vonis dalam perkara penipuan dengan mengaku Calon Wakil Bupati Tanggamus 2018 lalu,” tegasnya.

AKP Muji Harjono menghimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya saat menerima telepon yang tidak dikenal mengaku-ngaku sebagai orang kita kenal dan meminta uang melalui transfer.

“Kami himbau masyarakat tidak mudah percaya, lebih baik pastikan kebenaran apabila ada yang mengaku orang yang kita kenal dan apabila mengaku pejabat polisi pastikan kepada Bhabinkamtibmas atau petugas terdekat sehingga tidak menjadi korban penipuan,” himbaunya.

Sementara berdasarkan keterangan saksi VE, ia tidak menduga ketika diminta Reza meminjam nomor rekening guna menerima transferan, sebab ia tidak punya rekening sehingga meminta tolong saudaranya DE.

Menurut VE, saat kejadian benar ia merupakan pacar pelaku, karena dia mengaku sebagai anggota DPRD Kabupaten Pesawaran sehingga ia menuruti permintaan tersebut.

Baca Juga:  Polres Tanggamus Tangkap Buronan Curas

“Saat itu saya diminta memberikan nomor rekening guna menerima transferan jadi saya pinjam punya saudara saya. Setelah uang masuk datang seseorang mengaku suruhan Reza mengambil uang itu,” kata wanita berambut pirang itu di Mapolsek Kota Agung.

Hal sama diutarakan, DE selaku saudara VE bahwa ia tidak curiga apapun ketika VE meminta nomor rekening untuk menerima transferan, bahkan ia sama sekali tidak mengenal pelaku Reza.

“Rekening saya minta istri saya, sebab saat VE meminjam rekening sayang sedang bekerja di Karang. Tapi saya tidak tau digunakan untuk apa. Namun setelah uang masuk, lansung saya kasihkan uangnya ke VE,” tegasnya.(CAN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top