Modus

Lampung Darurat Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak

Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak/Ilustrasi

Suluh.co – Kasus pencabulan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh orang terdekat yakni  seorang ayah tiri berinisial TAW (46)  terhadap anak tirinya LP (18) kembali menjadi perhatian publik dan menambah daftar panjang angka kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Provinsi Lampung.

Provinsi Lampung  menargetkan meraih Predikat Provinsi  Layak Anak 2021, sedangkan faktanya  indikator-indikator untuk meraih predikat layak anak saja tidak terpenuhi.

pengabdi bantuan hukum dari LBH Bandar Lampung, Syofia Gayatri, mengatakan, seharusnya pemerintah berfokus pada pembentukan  dasar regulasi yang kuat  dan upaya  pencegahan yang harus dipersiapkan oleh pemerintah, agar kejadian ini tidak berulang.

Baca Juga:  Diduga Cabul, Dosen Unila Dilaporkan ke Polda Lampung

Berdasarkan  data yang berhasil dihimpun bahwa Provinsi Lampung pada pertengahan tahun 2021 ini  saja angka kekerasan seksual tehadap anak sudah berada di angka 177 kasus, di Kota Bandar Lampung sendiri khususnya terdapat 40 kasus

“LBH Bandar Lampung mendorong kepada pihak kepolisian untuk dengan tegas dan serius menangani perkara ini  agar korban dan keluarga mendapat kepastian hukum dan memperoleh rasa aman karena sudah dua bulan sejak kasus ini dilaporkan pelaku belum juga tertangkap,” paparnya.

Mengingat ini adalah perkara kekerasan seksual teradap anak diharapkan pelaku dijerat dengan sebagaimana dimuat di dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 76D mengatur bahwa setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Baca Juga:  Orkes Dangdut Keliling Ikut Manfaatkan Teknologi

“LBH Bandar Lampung telah berkordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Lampung, untuk memberikan pendampingan trauma healing terhadap korban  hingga kondisi korban membaik seperti sebelumnya,” tegasnya.

Untuk kasus kekerasan seksual hukuman seberat apapun tidak sebanding dengan trauma yang dialami oleh korban saat ini karena trauma yang dialami oleh korban akan membayangi seumur hidup korban.

 

Reporter : SUL/LBH

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top