Panggung

Lamban Sastra Peringati Setahun Covid-19

Lamban Sastra Peringati Setahun Covid-19/Istimewa

Suluh.co – Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS, bekerjasama dengan Meditasi Corona Covid dan Pondok Santap Taman Untung menggelar setahun pandemi Covid 19, Jumat (9/4) malam kemarin.

Acara live di grup Facebook (FB) Meditasi Corona Virus (MCV) ini, digelar dari Kedai Kopi Jendela Pondok Santap Taman Untung, Labuhanratu, Bandar Lampung.

Dari Lamban Sastra menyuguhkan pembacaan puisi dan musik.

Mereka adalah Isbedy Stiawan ZS berduaet dengan istrinya, Fitri Angraini Rofar. Pasangan ini membacakan puisi “Setahun Covid, Tutup Usiamu.”

Setelah itu tampil Erika Novali Sani, Direktur Lamban Sastra Isbedy Stiawan ini membacakan puisi karya Paus Sastra Lampung bertema covid 19.

Baca Juga:  Nasir: Lampung Strategis, Tepat Jadi Alternatif Lokasi Ibu Kota Negara RI

Lalu pembaca puisi cilk Dzafira Adeliaputri Isbedy meramaikan duka setahun karena pandemi Civid ini. Dilanjutkan penampilan musik dari Yurie Arsyad Temenggung, penyair Muhammad Alfariezie, Agusri Junaidi, dan Fika Ananda.

Penampilan pekarya seni dari Lampung di grup FB MVC ini mendapat respon baik penonton dari Sabang hingga Merauke.

MVC memeringati setahun Covid 19 dimulai 8 April hingga 10 April sebagai bentuk doa dan harapan agar virus mematikan ini segera berlalu dari muka bumi ini. “Hengkanglah covid!” seperti dalam puisi Isbedy.

MVC juga menggalang donasi bagi korban bencana bandang di NTT.

Acara semalam dilanjutkan diskusi dengan para mahasiswa dari ST ABM Natar dan dosen. Dalam sesi menghadirkan Alfariezie, Agusri Junaidi, Isbedy Stiawan ZS, dan Muchlas E. Bastari.

Baca Juga:  Wiwit Mulyani Tuangkan Seni Motif Batik dari Sidadang Kaligesing

Di akhir perbincangan, pengampu Lamban Sastra memotivasi para mahasiswa untuk menyiapkan puisi Islami dan Lamban Sastra siap menggelar acara Tadarus Puisi Tadabur Puisi di bulan Ramadan.

 

Reporter : SUL/Kontributor

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top