Bandar Lampung

KPK Buka Peluang Cari Tersangka Baru di Kasus Korupsi Lamsel Jilid II

Respons untuk KPK di Balik Penetapan Lokasi Sidang Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa

Respons untuk KPK di Balik Penetapan Lokasi Sidang Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa

Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK]. Foto: Istimewa.

Suluh.co – Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] membuka peluang untuk mencari tersangka baru di dalam perkara korupsi yang menetapkan HH [Hermansyah Hamidi] dan SYH [Syahroni] sebagai tersangka.

Penetapan tersangka kepada SYH dan HH didalilkan KPK atas putusan pengadilan kepada terpidana eks Bupati Lampung Selatan [Lamsel] Zainudin Hasan. Sehingganya, kasus korupsi yang ditangani KPK di Lamsel memasuki jilid ke 2.

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri kepada Suluh.co, Senin pagi, 21 Desember 2020 mengatakan, “sebagai penegak hukum, KPK tentu harus bekerja atas dasar hukum yang berlaku sehingga dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka dasarnya adalah adanya kecukupan alat bukti”.

Baca Juga:  Negeri Berkhidmat, Profesionalisme TNI Untuk Rakyat

Ali Fikri menjelaskan, terbukanya peluang bagi KPK untuk menetapkan tersangka baru didasarkan pada ketentuan hukum yang tertuang dalam KUHAP. Ia menegaskan, KPK tidak segan menetapkan tersangka baru bila ada bukti permulaan yang cukup.

“Jika sepanjang adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK juga tak segan menetapkan kembali pihak-pihak lain sebagai tersangka dalam pengembangan perkara tersebut,” tandas dia.

Baik HH dan SYH, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dengan predikat: penerima hadiah/janji sesuai dengan sangkaan yang dilekatkan KPK: yakni atas Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi j.o. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Baca Juga:  Kronologis Perjalanan Kasus Gratifikasi Eks Bupati Lampung Tengah yang Nyaris 2 Tahun di KPK

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top