Daerah

Klarifikasi Isu, AMM dan Mahasiswa Sowan ke DPRD Purworejo

Perwakilan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), mendatangi Gedung DPRD setempat/MAS

PURWOREJO – Perwakilan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), mendatangi Gedung DPRD setempat, guna mengklarifikasi isu kontroversial yang beredar berkaitan aksi damai yang telah dilaksanakan pada Kamis (3/10) yang lalu.

Mengawali perbincangan, Agus Setya Ardiyanto, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) kabupaten, sekaligus koordinator aksi menyampaikan bahwasanya kedatangannya sebagai bentuk klarifikasi isu berkaitan aksi damai yang telah dilaksanakan tersebut.

“Kedatangan kami dalam upaya menjalin komunikasi dengan DPRD Purworejo serta menekan kembali pernyataan sikap yang telah disampaikan pada aksi damai dan mendorong DPRD untuk segera dapat tindak lanjuti,”

“Juga kami sampaikan kekecewaan kami dengan pemberitaan beberapa media yang muncul dimana tidak ada dihubungi dari pihak kami guna klarifikasi ataupun konfirmasi lebih detail oleh media tertentu kemudian memunculkan pemberitaan yang tidak subtansial daripada aksi damai yang dilaksanakan,” ungkap Agus Setya A, Kamis (10/10).

Baca Juga:  Jerat Hukum Menanti Bagi Pelaku Jerat Harimau

Ditambahkan ke depan akan berkomunikasi tabayun baik-baik dengan berbagai pihak berkaitan dengan pemberitaan yang beredar.

“Dimana yang diangkat adalah mahasiswa tik tok dan dituduh merubah Pancasila dengan adanya HTI. Sungguh tidak logis sekali. Yang mana hal tersebut bukan dalam agenda yang direncanakan maupun dipersiapkan oleh kami,” tambahnya.

Rombongan audiensi ini diterima dengan baik oleh Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Dion Agasi, yang turut mengapresiasi dan berterima kasih dengan kedatangan mahasiswa.

“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada AMM dan mahasiswa sekalian ada komunikasi dengan kami. Karena memang ini diharapkan sekali. Berkaitan dengan demonstrasi yang telah dilaksanakan subtansinya bagi saya sudah cukup jelas,” jelas Dion.

Adapun di dalamnya ada berbagai warna lain itu bukan subtansinya. Dimana subtansinya adalah penyampaian tuntutan dari teman-teman mahasiswa dan AMM tentang kriminalisasi aktivis, berbagai RUU yang didalam pasal ayat kontroversial, desakan kepada pemerintah DPR RI serta presiden untuk lebih akomodatif dalam mengambil kebijakan yang pro rakyat dan poin-poin lainnya.

Baca Juga:  Kemendikbud Gelontorkan Rp157 Juta untuk Mahasiswa UM Purworejo

Lanjut Dion, bahwasanya tuntutan ini sesuai dengan yang telah disampaikan. Telah dijadwalkan di tanggal 24-25 Oktober 2019 akan dibawa ke DPR RI yang nantinya akan disampaikan.

“Selanjutnya, nanti pun saya update. Apapun hasilnya akan kita sampaikan kembali kepada teman-teman. Yang paling penting kita redamlah. Jangan sampai terpancing emosi yang nantinya akan memperkeruh suasana,” katanya.

Ia mengusulkan, diadakan sebuah diskusi subtansial yang jelas dalam rangka membahas permasalahan yang menjadi tuntutan tersebut serta untuk kllarifikasi berbagai isu yang beredar.

Seperti diketahui, DPRD Kabupaten Purworejo direncanakan awalnya akan menerima rombongan aksi damai pada Kamis (3/10) lalu, di dalam Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Purworejo.

Setelah melihat banyaknya peserta yang ikut dalam aksi damai ini, maka diputuskanlah diterima di Halaman Gedung DPRD Kabupaten Purworejo dengan turut memberikan konsumsi bagi peserta aksi.

Baca Juga:  Ketua NasDem Lamsel Salurkan Bantuan Bedah Rumah

Adapun pengeras suara hanya menggunakan megaphone. Dengan keberadaan sound sistem (selain sound sistem peserta aksi damai) yang menyetel musik dengan diiringi ada tik tok bukan apa yang dipersiapkan oleh DPRD Kabupaten Purworejo.

Turut sampaikan pula perwakilan mahasiswa UMP dan AMM berkaitan aksi damai yang telah terlaksana pada pekan lalu itu dan terkait perda disabilitas yang belum ada tindak lanjut teknisnya.(MAS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top