Modus

Ketua Gapoktan Pasiran Jaya Divonis 6 Tahun Bui

Oknum Ketua Gapoktan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang AH, disidangkan dalam sidang lanjutannya terkait perkara tindak pidana korupsi anggaran program perluasan area cetak sawah, yang dilaksanakan di Kampung Pasiran Jaya/NUS

Suluh.co – Arsam Hidayat, oknum Ketua Gapoktan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, divonis penjara selama enam tahun.

Ia terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan cetak sawah pada tahun anggaran 2011, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp600 juta lebih.

Atas putusan hakim kali ini terdakwa langsung menyatakan banding.

Arsam dituntut oleh jaksa untuk menjalani hukuman penjara selama enam tahun, dengan jeratan pasal 2 ayat-1, junto pasal 18 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Baca Juga:  Selama 3 Hari di Lampung, KPK Sita Rp 54 Juta & USD2.600 dari Rumdis Agung Ilmu

Sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto pasal 55 ayat – 1 ke-1 KUHP.

Pada sidang lanjutannya kali ini, Arsam mendapatkan vonis dari hakim dengan hukuman penjara yang sama dengan tuntutan jaksa, dan dikenakan pidana denda sebesar Rp200 juta, dengan subsidair denda yaitu penjara selama tiga bulan.

Dengan pula menghukumnya untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp618.254.750, dengan subsidair pidana uang pengganti yaitu penjara selama tiga tahun.

“Menyatakan banding, dengan unsur putusan hakim yang telah mengenyampingkan keterangan ahli, serta dasar perhitungan kerugian negara yang tidak dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia,” jelas I Nyoman Sunarta, kuasa hukum terdakwa Arsam Hidayat, Rabu (23/12).

Baca Juga:  Aniaya Sopir Bupati Lampura Hingga Tewas, Moulan Irwansyah Putra Divonis 52 Bulan

Diketahui dalam dakwaannya, terdakwa selaku Ketua Gabungan Kelompok Tani Pasiran Jaya, dalam pelaksanaan program perluasan area cetak sawah tersebut, tidak mengikuti pedoman yang telah ada, diantaranya memberikan bantuan anggaran kepada beberapa orang yang tidak memiliki lahan cetak sawah.

Terdakwa juga membuat beberapa item fiktif yang dituangkan didalam rencana anggaran, untuk pembelian dan pemasangan patok kayu hingga pembelian cat, serta menyertakan nama – nama fiktif penerima upah pelaksanaan program.

Selain itu, ia pun didakwa telah menyelewengkan anggaran dengan cara membuat nama – nama fiktif sebagai penerima bantuan sarana produksi, yang dianggarkan sebanyak 115 penerima, namun dalam kenyataannya hanya terealisasi kepada 35 orang petani.

Baca Juga:  Granat Lampung Sikapi Kasus Narkoba Michael Mulyadi Dan Oknum Petugas Teledor

 

Reporter : Tinus Ristanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top