Modus

Ketua DPRD Lampura Bantah Hina Direktur PT BBM dengan Sebutan Hewan

Ketua DPRD Lampung Utara, Romli/JOE

Suluh.co – Ketua DPRD Lampung Utara, Romli, membantah dugaan penghinaan terhadap Chairul Anom, selaku Direktur PT Bumi Madu Mandiri (BMM), saat pembahasan penyelesaian sengketa lahan Umbul Pengiran Datuk, Desa Sukadana Ilir, Kabupaten Lampung Utara, di Gedung DPRD kabupaten setempat pada 17 November lalu.

Menurutnya, tidak ada ucapan atau kata-kata menghina pada saat pembahasan tersebut, dirinya hanya kecewa pada pembahasan tersebut tidak ada titik temu dan terkesan menimbulkan kegaduhan, pasalnya pihak PT.BMM tidak memberikan keterangan yang jelas terkait permasalahan tersebut.

“Tidak ada itu kata-kata saya menghina, apalagi sampai menghina pihak PT. BMM, Kalaupun ada pihak yang tersinggung menurut saya itu sangat berlebihan,” jelas Romli, kemarin.

Dalam rapat tersebut, tambah Romli, Suasana dalam rapat antara Komisi I dengan pihak perusahaan, sudah semakin hangat, karena pihak perusahaan terkesan tidak objektif dalam memberikan jawaban sehingga membuat suasana tidak nyaman dalam rapat mediasi terkait sengketa lahan tersebut.

Baca Juga:  Perkara Lahan Eks Terminal Kemiling Berlanjut di Pengadilan

“Karena suasana mulai menghangat bahasa saya mulai keras, dan keras bahasa saya bukan untuk pihak perusahaan jadi jangan terlalu lebay lah,” ucapnya.

Dengan adannya laporan tersebut, menurut politisi partai Demokrat ini, ada kesan untuk melemahkan pihak DPRD, terkait adanya kasus sengketa lahan di Desa Sukadana Ilir, dan dirinya akan tetap meneruskan kasus sengketa lahan yang merugikan masyarakat Lampung Utara.

“Laporan ini terkesan untuk melemahkan lembaga legislatif, dan saya akan terus memanggil pihak perusahaan untuk menanyakan terkait sengketa lahan tersebut dan apa yang sudah diberikan kepada pemerintah untuk kepentingan masyarakat Lampung Utara,” tegasnya.

Diketahui, Chairul Anom selaku Direktur PT. Bumi Madu Mandiri (BMM) telah melaporkan secara resmi terhadap Romli, Ketua DPRD Lampura, kepada pihak Polda Lampung pada tanggal 18 November lalu dengan laporan nomor : STTLP/B/2179/X1/2021/SPKT/POLDA LAMPUNG.

Baca Juga:  Sakit Hati Dipecat, Mantan Asisten Kepala Rampok Toko

Kejadian laporan berawal dari Direktur PT.Bumi Madu Mandiri (BMM) mendapatkan undangan resmi dari DPRD Kabupaten Lampura Nomor. 005/344/12-LU/2021 tertanggal 17 November 2021 terkait Pembahasan Memfasilitasi Penyelesaian Lokasi Umbul Pengiran Datuk Desa Sukadana Ilir Lampung Utara.

Chairul Anom menjelaskan, dalam rapat tersebut kehadiran dirinya selaku Direktur PT. Bumi Madu Mandiri bersama dua stafnya sebagai tamu undangan untuk membahas masalah perebutan lahan yang melibatkan PT BMM bersama masyarakat setempat.

Kemudian saat rapat berlangsung Ketua DPRD Lampura minta dirinya menceritakan lahan milik PT BMM terkait penguasaan izin operasi perkebunan.

“Namun dalam rapat itu saya mendapat  ucapan yang tak terpuji berupa kata “babi kamu” dan sambil menggebrak meja saat rapat berlangsung. Nah hal itu menurut saya tidak beretika karena dilakukan oleh Romli selaku Ketua DPRD Lampung Utara kepada saya sebagai tamu undangan pada kegiatan resmi itu,” ujarnya.

Baca Juga:  6 Jaksa KPK Kawal Sidang OTT Lampung Utara  

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh, Romli,A.Md selaku Ketua asal Fraksi Demokrat, Rahmat Hartono selaku ketua Komisi I fraksi PDIP, Herwan Mega selaku anggota Komisi I, Nur Muhammad selalu anggota Komisi I fraksi Gerindra, Tabrani Rajab selaku anggota Komisi I Fraksi PKB dan Rendi Apriansyah Ketua Badan Kehormatan.

 

Reporter : Juanda

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top