Ekonomi

Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Lebaran di DIY Aman

Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Lebaran di DIY Aman/Istimewa

Suluh.co – Pemda DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) mengklaim ketersediaan bahan pokok aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir apalagi sampai memborong bahan pokok.

Asisten Perekonomian Setda DIY, Tri Saktiana mengatakan, dari hasil pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY di sejumlah pasar dan distributor bahan pokok di kabupaten dan kota di DIY. Hasilnya kebutuhan bahan pokok masih cukup melimpah menjelang Idulfitri ini.

“Pada umumnya ketersediaan bahan pokok lebih dari cukup,” kata Tri Saktiana, dalam jumpa pers di Kompleks Kepatihan, kemarin.

Dia menyebutkan stok beras yang ada saat ini masih sekitar 40.426 ton, gula pasir 431 ton, minyak goreng 1.720 liter, daging kerbau sembilan ton, dan tepung terigu 16 ton.

Baca Juga:  Toko Tani Indonesia Ikut Sejahterakan Petani Lampung

Data tersebut berdasarkan Bulog Kanwil DIY.

Sementara data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, bawang merah 295,12 ton, sementara kebutuhan mingguan 652,59 ton; bawang putih 452,98 ton, sementara kebutuhan 182,65 ton.

Kemudian cabai merah kriting 243,13 ton, sementara kebutuhan 129,11 dan cabai rawit merah 183,97 ton.

Sementara kebutuhan mingguan105,35 ton; daging sapi 515,05 ton. Sementara kebutuhan mingguan 456,89 ton; daging ayam ras 1.008,86 ton, kebutuhan mingguan731,98 ton; telur ayam ras 783,78 ton, kebutuhan mingguan 656,59 ton; gula pasir 1.424,50 ton, kebutuhan mingguan586,13 ton; dan minyak goreng17.592,79 liter, kebutuhan mingguan 491,78 liter.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Administrasi Perekonomian DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti memastikan ketersediaan bahan pangan memadai, fluktuasi harga masih dialami beberapa komoditas pangan dan distribusi lancar kecuali minyak goreng kemasan satu liter.

Baca Juga:  Pemudik Masih Padati Pelabuhan Bakauheni

“Ada fluktuasi harga yang dialami beberapa komoditas, yakni daging ayam broiler, telur ayam dan minyak goreng yang harganya naik dipicu permintaan. Sebaliknya harga komoditas cabai mengalami tekanan [turun] karena produksi yang melimpah saat ini,” ujarnya.

Selain itu ketersediaan bahan bakar baik bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji di DIY juga dinilai cukup di wilayah DIY.

Namun pihaknya perlu mewaspadai adanya permasalahan bahaya mudik saat pandemi yang menyebabkan peningkatan permintaan.

“Adanya potensi meningkatnya pemakaian bahan tambahan makanan/pangan dan bahan berbahaya hingga produk rusak dan expired yang masih diperjual belikan, kemudian meningkatnya konsumsi gas elpiji tiga kilogram dan BBM,” kata Ni Made.

Baca Juga:  Wisata Lembah Hijau Ramai Pengunjung

Reporter : Kontributor Wawan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top