Modus

Kejari Umumkan Tersangka Baru Kasus DAK Disdik Tulangbawang

Kejari Tulangbawang, menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun 2019/MUR

Suluh.co – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulangbawang, menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun 2019, yang melibatkan mantan Kepala Dinas Pendidikan setempat berinisial NS.

“Tersangka berinisial GAN, bukan ASN melainkan pihak swasta,” ungkap Kasi Intel Kejari Tulangbawang Leonardo Adiguna, Senin (15/2).

Ditetapkannya GAN sebagai tersangka setelah pihak penyidik Kejari melakukan dua kali pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, dan diperoleh dua alat bukti cukup keterlibatanya dalam kasus DAK 2019.

“GAN belum kami tahan karena tersangka koperatif, tapi kasus ini akan terus kami kembangkan,” jelasnya.

Sejauh ini, pihak Kejari sudah melakukan pemeriksaan intensif terhadap 100 orang saksi, mulai dari pihak sekolah penerima DAK, dinas pendidikan hingga swasta.

Pemeriksaan terus dilakukan oleh penyidik Kejari guna mendalami keterlibatan berbagai pihak lain dalam pusaran korupsi DAK Pendidikan Tulangbawang Tahun Anggaran 2019.

“Kami tidak main-main, akan kami ungkap semua ke publik, apalagi saat ini pemeriksaan masih berlanjut. Jika dalam penyidikan didapat bukti kuat keterlibatan pihak lain maka pasti tersangka akan bertambah,” papar Leonardo Adiguna.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Terdakwa Randis Lampung Timur Klaim Hasil Audit BPK RI Fix

Disinggung soal kisaran besaran kerugian negara akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh NS dan GAN, dan kapan dijadwalkan penahanan. Leo, berkilah jika besaran kerugian sudah didapatkan oleh kejari Tulangbawang.

Namun, Kejari belum bisa membeberkanya kepada publik, lantaran penyidik masih terus melakukan pengembangan.

Bahkan dirinya tidak bisa memastikan ditahan atau tidak atas kedua tersangka, karena tergantung sejauh mana kepentingan penyidikan

Menurut Informasi yang beredar, GAN diketahui bernama Guntur yang berkerja sebagai Manager Koperasi Pendidikan Bergerak Melayani Warga (BMW), besutan NS.

Guntur sangat berperan dalam koperasi pendidikan, sehingga pembelian maupun belanja seluruh pihak sekolah se-Tulangbawang diwajibkan melalui koperasi pendidikan.

Diduga kuat, Guntur terlibat dalam mengondisikan seluruh sekolah penerima DAK Tahun 2019 untuk setor 12,5 persen atas suruhan NS.

Korupsi DAK Pendidikan Tahun 2019, terkesan terstruktur dan sisitematis, lantaran sebelum DAK dikucurkan, NS membentuk koperasi pendidikan dengan memberikan jabatan manager kepada Guntur.

Baca Juga:  Kedapatan Gunakan Sabu, Pengusaha di Metro Terancam 10 Tahun Penajara

Padahal Guntur merupakan orang luar daerah Tulangbawang, dan yang menjadi pertanyaan kenapa harus Guntur jika tidak ada kepentingan terselubung.

Sebelumnya, Kadisdik NS, menjadi tersangka dugaan tipikor DAK Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2019, dan diprediksi tidak bakal lolos dari jeratan hukum.

Pasalnya, pihak Kejaksaan Negeri Menggala telah melayangkan surat pemberitahuan penyidikan dan penetapan tersangka NS, kepada KPK di Kakarta pada 20 Januari 2021, dengan tembusan Kejati Lampung maupun keluarga atau kuasa hukum yang bersangkutan.

Surat bernomor B-134/L8.18/Fd.1/01/2021, bersifat biasa yang ditanda tangani oleh Kajari Tulangbawang Dyah Ambarwati, berbunyi pemberitahuan penyidikan perkara dugaan tipikor DAK fisik prasarana pada Disdik Tulangbawang Tahun Anggaran 2019, berupa pungutan terhadap para sekolah baik SD, SMP, LPSKB, dan PAUD penerima DAK, dengan tersangka NS.

NS ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat Nomor: Print-01/L8.18/Fd.1/01/2021, dan berdasarkan surat perintah penyidikan Kejari Tulangbawang Nomor : Prin.02/L8.18/Fd.1/11/2020, tertanggal 17 November dan surat perintah perpanjangan penyidikan nomor dan tanggal sama.

Baca Juga:  Diksar Universitas Lampung 3 Mahasiswa Luka-luka, 1 Tewas

Dengan mempertimbangkan membaca laporan perkembangan hasil penyidikan dan ekspose perkara dugaan tipikor realisasi DAK Pendidikan Tulangbawang Tahun 2019, berupa pungutan maka diperoleh bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Kadisdik NS sebagai tersangka.

Catatan redaksi, DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2019, senilai Rp49 miliar, yang dialokasikan untuk fisik dan prasarana 105 sekolah di Tulangbawang.

Dengan rincian SD berjumlah 49 sekolah, SMP 52 sekolah, TK/PAUD tiga sekolah dan satu sekolah luar biasa atau SLB.

Tahun Anggaran 2020, DAK untuk satuan pendidikan lebih kurang Rp29 miliar diperuntukan bagi 82 SD dan SMP, dan dua TK negeri, yang telah direalisasikan pada bulan Agustus lalu.

 

Reporter : Murni

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top