Modus

Kejari Terima Berkas Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung IAIN Curup

Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong/Istimewa

Suluh.co – Tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Akademik Center Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, dengan nilai kerugian negara mencapai Rp10 miliar lebih, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong, Rabu (13/1).

Ketiganya, dititipkan ke Lapas Kelas IIA Curup sebagai tahanan Kejaksaan Negeri.

Ketiga tersangka yakni, BG berstatus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), BH sebagai kontraktor dan tersangka EN dengan peranannya sebagai pemodal dari pemborong, tiba di Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong dikawal oleh penyidik dari Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu dan segera menjalani pemeriksaan kesehatan serta test rapid antigen.

Baca Juga:  Soal Sabu 11 Kilogram, 3 Petani Tegineneng Mohon Keringanan Hukuman

Menurut Yadi Rachmat, selaku Kepala Kejari Rejang Lebong, mengatakan, setelah dinyatakan sehat dan bebas dari Covid – 19, tiga tersangka korupsi ini segera dibawa menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) menuju ke Lapas Kelas IIA Curup, kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, untuk dititipkan sebagai tahanan dari Kejaksaan dalam waktu dua puluh hari kedepan.

“Hari ini kita melaksanakan penahanan terhadap tiga tersangka dugaan korupsi pembangunan gedung Akademik Center kampus IAIN Curup, yang berinisial BG selaku PPK, BH selaku kontraktor dengan jabatan Direktur Cabang dari PT. Legoa Nusantara serta satu tersangka berinisial EN selaku pemodal,” ujar Yadi Rachmat, mantan Kasipenkum Kejati Lampung ini.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, ketiganya disangkakan telah melanggar Pasal 2 Ayat 1 Junto Pasal 18 Ayat 1,2 dan 3 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, yang mengatur tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah Dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001, tentang tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup dan denda paling banyak satu milia rupiah.

Baca Juga:  Resah & Trauma, Keluarga Andi Arief Kunjungi Polda Lampung

Kejahatan yang dilakukan oleh ketiga tersangka ini diketahui telah merugikan keuangan negara sebanyak total Rp10.358.542.930,91, dari nilai pagu anggaran Rp26 miliar pada tahun anggaran 2018 lalu.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan yang dilakukan diduga telah di Mark Up, dengan hasil yang tidak sesuai dengan speseifikasi yang telah tertera di dalam kontrak, serta adanya dugaan pengaturan pemenang dalam pengadaan lelang tender yang bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kementrian Agama Republik Indonesia tersebut.

 

Reporter : Tinus Ristanto/Kejari

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top