Modus

Kejari Bandarlampung Buru DPO Licin

Kepala Kejaksaan Negeri Bandarlampung, Abdullah Noer Deny/WAN

Suluh.co – Kejaksaan Negeri Bandarlampung masih terus melakukan upaya pengejaran terhadap 5 Daftar Pencarian Orang, hingga Kamis 23 September 2021.

Mereka yang telah divonis bersalah antara tahun 2012 dan 2019 tersebut adalah Haidar Tihang, Sugan Sukiandojojo, Basais Sutami, Susanti Putri, Akhmad Azani, dan Sarifuddin Kesuma.

Sejauh ini, pencarian terhadap para DPO yang dikenal licin tersebut, semakin diintensifkan terkait himbauan dari Kejaksaan Agung RI.

“Untuk target secepatnya akan dilakukan, namun tidak bisa dipastikan, karena banyak kendala saat di lapangan, seperti DPO yang disebut licin,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Bandarlampung, Abdullah Noer Deny, Kamis (23/9).

Selain itu, nama DPO tersebut terkait perkara dari tahun 2012 hingga saat ini .

Baca Juga:  Semen Baturaja Terus Jalin Kerjasama Dengan Kejari Bandar Lampung

“Seperti Haidar Tihang, Sugan Sukiandojojo, Basais Sutami, Susanti Putri, Akhmad Azani dan Sarifuddin Kesuma,” tandasnya.

Diketahui, Haidar Tihang merupakan DPO kasus tindak pidana tanah pada tahun 2012 silam dan Akhmad Azani Kesuma, DPO kasus penyerobotan tanah pada tahun 2019 lalu.

Kemudian, Basais Sutami dan Sugan Sukiandjojo sebagai buronan atau DPO, merujuk pada surat Kejari Bandar Lampung nomor 12/DPO/N.8.10/12/2017 disebutkan bahwa terpidana Basais Sutami terbukti melanggar Pasal 376 KUHP Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Pasalnya, sejak terbitnya putusan pengadilan itu, Basain Sutami tidak hadir memenuhi panggilan sampai dengan saat ini.

Lalu, Susanti Putri juga merupakan buronan dari kejari bandarlampung sejak Agustus 2017 .

Baca Juga:  Barang Bukti Narkoba Termasuk Upal Senilai 90 Juta Dimusnahkan Kejari

Sedangkan, DPO yang sudah meninggal yakni satono mantan Bupati Lampung Timur, terpidana kasus korupsi APBD Lampung Timur tahun anggaran 2008 dan  Mahkamah Agung (MA) pun menjatuhkan vonis hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta terhadap Satono di tahun 2012.

 

Reporter : Agung Kurniawan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top