Bandar Lampung

Kejaksaan Sangkal 1 Orang di Kasus Korupsi Pajak Minerba Sudah 2 Kali Mangkir Sebagai Tersangka

1 TSK dalam Kasus Korupsi Pajak Minerba untuk PAD Lamsel Belum Hadiri Panggilan Kedua dari Jaksa
1 TSK dalam Kasus Korupsi Pajak Minerba untuk PAD Lamsel Belum Hadiri Panggilan Kedua dari Jaksa

Suasana lokasi pada gedung bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung, Selasa, 29 Desember 2020 sekitar pukul 12.30 WIB. Sejumlah pewarta sedang menunggu kehadiran tersangka YY. Foto: Ricardo Hutabarat

Suluh.co – Kejaksaan Tinggi Lampung menyangkal bahwa YY, seorang tersangka di dalam penanganan kasus korupsi pajak minerba senilai Rp 2 miliar yang harusnya disetor ke Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah [BPPRD] Lampung Selatan [Lamsel], telah mangkir dua kali saat dipanggil dengan status sebagai tersangka.

Kepala Seksi Penerangan Hukum pada Kejaksaan Tinggi Lampung Andrie W Setiawan mengatakan, bahwa YY baru satu kali dipanggil penyidik bidang Pidana Khusus [Pidsus] dengan status sebagai tersangka.

Pemanggilan YY sebagai tersangka menurut keterangan yang ia terima dari penyidik pada bidang Pidsus, baru terjadi pada 29 Desember 2020.

Baca Juga:  Mencari Alasan di Balik Kehadiran Kadiskes dan Kadis Kominfo Pemprov Lampung di Markas Kejaksaan

Meski sebelumnya, YY sudah diumumkan sebagai tersangka namun kemudian tidak hadir pada 22 Desember 2020 kemarin. Ketidakhadiran YY pada saat itu didalilkan pada surat pemanggilan untuk hadir sebagai saksi terperiksa saja.

“[Baru] Panggilan pertama untuk tersangka. Panggilan minggu lalu merupakan panggilan saksi,” ucap Andrie Selasa sore di kantor Kejaksaan Tinggi Lampung.

Kepada pewarta, ia mengatakan baru tahu status YY yang masih sebagai saksi. “Saya baru tahu kalau kemarin itu pemanggilan [kepada YY] masih sebagai saksi, bukan tersangka,” jelasnya.

Kendati begitu, dari dokumen yang diperoleh Suluh.co, kejaksaan telah menerbitkan surat penetapan tersangka kepada YY pada 15 Desember 2020. Merujuk pada tanggal itu, status tersangka YY sudah disandang YY pada saat tiga orang tersangka lainnya diumumkan menjadi tersangka dan ditahan, tepat pada 22 Desember 2020.

Baca Juga:  Zabidi Yakub Menangkan Sayembara Menulis Puisi Berbahasa Lampung DKL

Atas hal ini, ia mengatakan masih perlu melakukan pengecekan informasi publik lebih rinci ke bidang Pidsus. “Untuk penetapan tersangkanya, saya konfirmasi ke pidsus ya,” ujarnya. “Tapi yang jelas, kemarin itu panggilan sebagai saksi,” tambahnya.”

Surat penetapan tersangka kepada YY muncul dalam potongan surat berwarna merah jambu. Surat itu mencatat dan menampilkan tanda tangan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Heffinur.

Surat Penetapan Tersangka itu terbit pada surat dengan Nomor Print 405/L.8/Fd.1/12/2020 yang juga disertai kalimat Pidsus-18.

3 orang tersangka lainnya di kasus ini sudah ditahan di Rutan Wayhui. Mereka adalah Mr, Ef dan SM. Dalam perjalanan penanganan hukumnya, penyidik menyangka uang sekitar Rp2 miliar itu harusnya disetorkan untuk masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah [PAD] Pemda Lamsel. Sangkaan tidak disetorkan sejumlah uang tersebut disangka telah berlangsung sejak tahun 2017 sampai 2019.

Baca Juga:  Bos Junaedi Semringah, Pembukaan Cabang ke-13 RM Minang Indah Meriah

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top