Bandar Lampung

Kejaksaan Bidik Kasus Korupsi di BPPRD Lamsel, Catatan Kekayaan Burhanuddin di KPK: Rp 5,3 M

Anggotanya Jadi TSK Korupsi, Laporan Harta Kepala BPPRD Lamsel Burhanuddin ke KPK: Rp 5,3 M
Anggotanya Jadi TSK Korupsi, Laporan Harta Kepala BPPRD Lamsel Burhanuddin ke KPK: Rp 5,3 M

Kepala BPPRD Lampung Selatan Burhanuddin dilantik Bupati Nanang Ermanto, 5 November 2019. Foto: Istimewa.

Suluh.co – Penyidik pada bidang Pidana Khusus [Pidsus] Kejaksaan Tinggi [Kejati] Lampung menetapkan tiga orang tersangka berdasarkan sangkaan perbuatan korupsi atas Pendapatan Asli Daerah [PAD] dengan menyelewengkan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan [MBLB] sejak tahun 2017 sampai tahun 2019.

Penyidik menyangka pajak tersebut harusnya disetorkan ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah [BPPRD] dan Dinas Pendapatan [Dispenda] pada Pemerintah Daerah Lampung Selatan [Pemda Lamsel], namun tidak dilakukan demikian. Sehingganya, penyidik menyangka Pemda Lamsel telah merugi sekitar Rp 2 miliar karena PAD-nya bocor.

Ketiga tersangka tersebut merupakan anakbuah dari Kepala BPPRD Lamsel Burhanuddin. Ia dilantik oleh Bupati Lamsel Nanang Ermanto tepat pada 5 November 2019. Terpilihnya dia sebagai ‘bos’ pada BPPRD sekaligus menggantikan posisi Badruzzaman.

Baca Juga:  KPK Sebut Lakukan Pemeriksaan ke Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto

Burhanuddin menuliskan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara [LHKPN] ke Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK]. Berdasarkan hasil verifikasi KPK tepat pada 14 April 2020, laporan harta Burhanuddin dinyatakan lengkap.

Harta kekayaan Burhanuddin ini diumumkan KPK untuk jenis laporan periodik atas tahun 2019. Burhanuddin menyampaikan laporan harta kekayaannya ini pada 26 Maret 2020. KPK mencatat, ia memiliki total harta sebesar Rp5.343.000.000.

Burhanudin memiliki harta dengan rincian 16 item yang terdiri dari tanah dan bangunan, merujuk dari pengumuman KPK pada laman resminya yang diakses Suluh.co pada Kamis pagi, 24 Desember 2020.

Dari 16 tanah dan bangunan, hanya 4 item berupa tanah milik Burhanuddin yang diperolehnya atas dasar harta warisan. 12 item lainnya dicatatnya sebagai harta yang ia peroleh sendiri atau hasil sendiri.

Baca Juga:  Dialog RRI, Andi Desfiandi: Lampung Berpeluang Didorong Jadi Ibu Kota Negara

Dari sisi nominal terbesar, Burhanuddin memiliki tanah seluas 1200 m2 di Lamsel yang dicatat Burhanuddin diperoleh atas hasil sendiri senilai Rp 1,2 miliar. Di Kota Bandar Lampung, ia mencatat memiliki tanah dan bangunan seluas 282 m2/280 m2 senilai Rp 1,1 miliar.

Ketiga anak buah Burhanuddin saat ini menjalani proses penyidikan di Kejati Lampung. Ketiganya disangkakan telah melanggar:

Pasal 2 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1.

Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca Juga:  Kantor Grab Lampung Disegel

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top