Modus

Keberatan Dituntut 3 Tahun Penjara, M Syaleh Berdalih Seluruh Uang Diterima Darussalam

M Syaleh didudukan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, untuk mendengarkan pembacaan tuntutan dari jaksa, atas perkara penipuan dan penggelapan yang ia lakulan dalam bisnis jual beli lahan Gunung Kunyit/NUS

Suluh.co – M. Syaleh didudukan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, untuk mendengarkan pembacaan tuntutan dari jaksa, atas perkara penipuan dan penggelapan yang ia lakulan dalam bisnis jual beli lahan Gunung Kunyit.

Dalam gelaran sidang lanjutan kali ini, jaksa meminta kepada majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Ketua Joni Butar Butar, untuk menghukumnya dengan hukuman pidana penjara selama tiga tahun.

Menanggapi tuntutan jaksa yang dibacakan pada hari ini, M. Syaleh melalui kuasa hukumnya merasa bahwa tuntutan tersebut sangat tidak relevan dan terlalu memberatkan.

Baca Juga:  Sutomo Reaktif Covid-19, Sidang Lahan Gunung Kunyit Tertunda Hingga 3 Kali

Ia berdalih bahwa jika sesuai dengan keterangan korban Nuryadin dan saksi lainnya di persidangan, kliennya terbukti bukanlah pelaku utama di perkara ini.

Namun, terdapat seorang pelaku sesungguhnya Darussalam yang diketahui merupakan seorang politisi, dan kini masih bebas berkeliaran.

“Tidak wajar bagi klien saya dituntut tiga tahun, karena secara meteril dia tidak menerima uang itu dari Nuryadin, melainkan Darussalam yang langsung menerimanya. Saksi-saksi juga memberikan keterangan bahwa melihat Darussalam yang menerima uang, dan yang bersangkutan juga turut mengakuinya,” kata Amrullah, kuasa hukum terdakwa, Selasa (2/2).

Untuk diketahui dalam perkara tipu gelap ini, nama politisi Darussalam sendiri disebut dalam dakwaan jaksa, adalah sebagai penghubung antara terdakwa M. Syaleh dengan korban Nuryadin.

Baca Juga:  Edarkan Sabu-sabu Pasangan Sejoli Gagal Nikah

Yang dalam keterangan korban, dirinya meminjamkan sejumlah uang kepada terdakwa lantaran mengenal dan mempercayai Darussalam, yang pada akhirnya uang tersebut digelapkan serta tidak terealisasi sesuai dengan tujuan awal.

Sementara perkara ini akan kembali digelar sidang lanjutannya pada Selasa pekan depan, dengan agenda sidang yakni pembacaan nota pembelaan tertulis dari terdakwa.

 

Reporter : Tinus Ristanto

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top