Pendapat

Karantina Wilayah Harus Diberlakukan

Oleh : Jaka Pramana SH, MH

Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Provinsi Lampung

Pandemi global akibat ganasnya penularan Covid-19 semakin hari semakin mengkhawatirkan masyarakat.

Data Worldometer per 28 Maret 2020 pukul 21.27 WIB menunjukkan total ada 620,913 terkonfirmasi positif covid-19, yang meninggal terdapat 28,653 dan dinyatakan sembuh sebanyak 137,363 orang.

Di Indonesia sendiri, sudah menyentuh angka 1,155 kasus positif virus covid-19, yang dinyatakan meninggal sebesar 102 dan yang sembuh sebanyak 59. Dengan tingkat kematian yang cukup banyak sebesar 8%.

Desakan lockdown atau apa yang disebut dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan adalah karantina wilayah santer dinyatakan mulai dari legislatif, tenaga medis bahkan organisasi profesi kedokteran itu sendiri agar pemerintah mengambil kebijakan lockdown.

Di Twitter hashtag #KarantinaWilayah menjadi trending nomor satu sebagai salah satu bagian melihat cermin keresahan publik hari ini.

Cerita viral datang dari sosok muda dr. Tirta Mandir Hundi yang tengah berjuang mati-matian untuk menangani kasus pandemi COVID-19.

Beberapa hal yang disampaikan oleh dokter muda ini salah satunya ide yang disampaikannya sebagai langkah terbaik menangani Virus Corona adalah dengan menjaga akses masuk dan keluar warga masyarakat dengan cara mengkarantina wilayah provinsi dan kabupaten kota dari migrasi warga seputaran DKI Jakarta untuk tidak pulang ke kampung halaman guna memutus rantai penyebaran COVID-19 ke seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Politik Uang Menciderai Moral Rakyat Lampung

Karantina wilayah harus dilindungi dengan dasar hukum yang jelas dengan diterbitkannya keputusan presiden dan pemerintah menyediakan ketersediaan pangan untuk langkah karantina tersebut pungkas dokter muda ini.

Dorongan untuk men-lockdown atau karantina wilayah merupakan satu-satunya cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang kian mengkhawatirkan. Ini sesuai dengan asas Salus Populi Suprema Lex atau Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi.

Kebijakan lockdown tentu akan menghentikan aktivitas roda perekonomian secara makro dan mikro, namun hal positifnya mempercepat berhentinya siklus penyebaran covid 19 ini juga, resesi ekonomi adalah keniscayaan namun keselamatan rakyat yang menjadi bagian dalam hak untuk hidup adalah hal yang sangat penting.

Provinsi Lampung adalah gerbang daripada Pulau Sumatera yang merupakan pintu keluar maupun masuk melalui laut, darat dan udara. Mau tidak mau pemerintah harus tegas dalam memperketat dan jangan memperbolehkan orang masuk ke Provinsi Lampung.

Karantina wilayah Provinsi Lampung harus diberlakukan melihat data pertangal 28 Maret 2020 korban terkonfirmasi Positif COVID-19 sebanyak 4 orang, pasien dalam pengawasan sebesar 11 orang, orang dalam pemantauan sebanyak 650 orang dan negatif sebesar 8 orang.

Baca Juga:  Seniman Purworejo Tuntut Keadilan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Rata-rata kronologi mereka yang terinfeksi adalah warga Bandar Lampung yang bermigrasi dari red zone covid-19 membawa virus tersebut ke tanah Lampung.

Karantina wilayah adalah solusi selain himbauan untuk stay at home dan work for home, warga masyarakat Lampung sudah bisa dipastikan turut andil dalam mendukung kebijakan gubernur tersebut untuk mengurangi aktifitas diluar rumah.

Saya mengapresiasi kenerja-kinerja pemprov dan pemda kabupaten/kota dalam melakukan pencegahan COVID-19.

Di Provinsi Lampung dengan bantuan dari TNI/POLRI menyemprotkan desinfektan di wilayah kelurahan, desa dan tempat-tempat umum. Akan tetapi perjuangan atas pencegahan COVID-19 akan purna jika tidak ada warga luar lampung atau warga lampung yang membawa virus ini diseputaran wilayah kita dan ditengah-tengah keluarga kita.

Jika karantina wilayah kita terapkan maka masyarakat Lampung yang tidak tidak akan menularkan satu dan lainnya disisi lain tenaga medis menyelesaikan tugas mulia berperang melawan COVID-19. Jika hal ini dilakukan maka akan berdampak pada ekonomi lokal Provinsi Lampungmpung. Kami yakin dan percaya bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan mampu melewati semua ini.

Baca Juga:  Bung Karno dan Hatta Membaca Omnibus Law

Ditengah pandemi global COVID-19 kerisauan yang harus kita perhatikan adalah banyaknya perantauan kembali ketanah Lampung dan ke kampung halaman mereka setelah merebaknya wabah ini dan lolos dari pantauan jalur perhubungan.

Minimnya kesadaran untuk melaporkan kepada puskesmas terdekat atau kepala lingkungan sekitarnya tentu hal ini memunculkan keresahan, izinkan saya menyampaikan bahwa hari ini warga masyarakat provinsi lampung dalam melakukan keseharian aktivitasnya melawan Virus Corona sudah menjaga pola hidup sehat dan tidak lupa mencuci tangan sesuai anjuran pemerintah akan tetapi jika migrasi penduduk dari Jakarta tidak ditekan dan diputus maka dalam rentan satu bulan kedepan pada bulan april kita akan melihat lonjakan orang-orang yang bermigrasi dan peluang memaparkan COVID-19.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top