Panggung

Kagama Taja Bedah Novel Kawan Lama & Jamming Harmonika, #Harmonikawanlama

Poster digital even edukatif Bedah Novel bertajuk “HARMONIKAWANLAMA” gelaran Gama Writing Club, ‘dapur literasi’ Pengda Kagama Lampung, di Warung Sudirman, Jl Sudirman 14, Rawalaut, Kecamatan Enggal, Bandarlampung, Sabtu (18/1/2020). | GWC

BANDAR LAMPUNG – Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Lampung melalui juru taja Gama Writing Club, akan menghelat even edukatif bertajuk “HARMONIKAWANLAMA” di Warung Sudirman, Jl Sudirman No 14, Rawalaut, Enggal, Bandarlampung, Sabtu (18/1/2020) mendatang.

Harmonikawanlama, jadi pilihan tajuk diskusi gelaran kali kedua kelompok diskusi literasi bentukan Kagama Lampung inisiasi ekonom Unila Ayi Ahadiat bagi pengembangan kultur literasi di Lampung ini. Asal tahu, GWC ini juga bagian program kemediaan Kagama Lampung, terintegrasi dengan PP Kagama.

Baca Juga:  Warga Kampung Pisang Indah Dukung Paslon Adipati-Ali Rahman di Pilkada 2020

“Harmonikawanlama sebetulnya acara bedah karya dari novelis Hendri Std. Tapi karena Hendri juga memainkan harmonika, maka acara ini dikombinasikan dengan jamming harmonika dengan mengundang player harmonika, Eligius Yupi,” narahubung kegiatan, Adolf Ayatullah, menerangkan.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Rabu (15/1/2020), putra mendiang tokoh pers Lampung Harun Muda Indrajaya itu berujar, diskusi GWC juga telah menaja topik teknik menulis cerpen, narasumber penulis Imelda A Sanjaya, sepekan sebelumnya.

Terpisah, Ayi Ahadiyat berharap GWC bisa berkembang menjadi salah satu penyokong tumbuh-kembangnya literasi di Lampung. “Bentuk acaranya bisa dengan diskusi santai. Seperti sekolah alam saja. Tapi saya pikir kegiatan seperti ini sangat bagus untuk mendukung perkembangan literasi,” ujar Ayi.

Baca Juga:  Iyapuun, Om Bach (Reportoar untuk Bachtiar Basri)

Sedang penulis #KawanLama, Hendri Std menuturkan novelnya berceritera tentang lika-liku seorang wartawan yang berusaha mempertahankan dedikasinya dalam ranah media massa. “Dua kali berganti tempat kerja menjadi momentum untuk bersikap mandiri dengan membuat media sendiri.”

Soal “sang peniup”, Eligius Yupi, Bung Dolop –sapaan akrab Adolf Ayatullah mewartakan, sebetulnya ia sehari-hari berprofesi sebagai arsitek. Tapi, kecintaannya pada alat musik tiup membuat insinyur yang kerap tampil berambut gondrong itu tetap memainkan harmonika dan beberapa instrumen alat musik tiup lain di sela-sela kesibukannya.

Tambahan informasi, sesuai hasil Musda Kagama Lampung 30 Juni 2018, Pengda Kagama Lampung 2018-2023 dipimpin ketua dr Soeradi Soedjarwo SpS asal Kota Metro.

Baca Juga:  Tsunami Selat Sunda, Pria Ini Bertahan Selama 7 Hari di Pulau Panjang

Anda penggila literasi, penyuka harmonika, instrumen musik tiup sederhana dari plat-plat getar logam bersusun horizontal model sederhana dan hanya menyaji nada tiup kromatis, dari alat musik tradisional Cina, ‘Sheng’, era kekaisaran Nyu-kwa, 5 ribu tahun lalu, hingga Christian Friedrich Buschmann menemukan harmonika modern tahun 1821, even kreatif akhir pekan mulai 14.00 WIB ini sayang terlewati.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top