Modus

Kadis PUPR Lampura Serahkan Uang Fee Proyek ke AIM Lewat Mahasiswa Malahayati

kemeja biru-Syahbudin selaku eks Kadis PUPR Lampung Utara/FS

BANDAR LAMPUNG – Dalam beberapa kali penyerahan uang hasil komitmen fee proyek, Kadis PUPR Lampung Utara non aktif Syahbudin, mengaku memperalat mahasiswa Malahayati Lampung.

Tak hanya itu, Syahbudin juga memperalat istrinya, Rina Febrina, lulusan S3 dari Jepang yang berprofesi sebagai dosen sekaligus Dekan Fakultas Teknik di Universitas Malahayati Lampung.

“Saya minta tolong kepada kurir,” ujar Syahbudin dalam sidang kasus korupsi pada Pemkab Lampung Utara di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (13/1).

Syahbudin menjadi saksi dalam persidangan yang diketuai majelis hakim, Novian Saputra.

Kurir yang dimaksud Syahbudin adalah Reza Geovana Andika, mahasiswa Malahayati Lampung. Reza ini adalah mahasiswa dari istri Syahbudin.

Baca Juga:  Polsek Tumijajar Terima Senpi Rakitan dan Amunisi Milik Warga

Menurut Syahbudin, Reza sudah dua kali diminta untuk menyerahkan uang kepada Raden Syahril alias AMI, orang dekat Bupati Lampung Utara non aktif Agung Ilmu Mangkunegara yang nominalnya Rp1 miliar.

Saat ingin menggunakan jasa Reza, Syahbudin meminta istrinya untuk membantu menyerahkan uang komitmen fee.

“Saya bilang ke istri saya, untuk panggil Reza. Saya bilang ke istri saya untuk menyuruh Reza datang karena ada uang yang akan diberikan kepada Raden Syahril,” ungkap Syahbudin.

Uang Rp1 miliar ke Raden Syahril itu diperuntukkan kepada Agung Ilmu Mangkunegara (AIM), Bupati Lampung Utara non aktif. Sebab, menurut Syahbudin, di tahun 2018 Agung Ilmu Mangkunegara membutuhkan duit karena habis mengikuti kontestasi Pilkada 2018.

Baca Juga:  852 Unit Rumah di Lampung Utara Terima Bantuan Rehabilitasi

“Saya dipanggil ajudan bupati untuk datang menghadap bupati. Lalu bupati nanya, ada sisa anggaran berapa lagi? Saya bilang ada pak, sekitar Rp1 miliar,” ungkapnya. Uang itu lah yang kemudian disetor ke Raden Syahril melalui Reza.

JPU KPK Taufiq Ibnugroho bertanya kenapa Syahbudin melibatkan mahasiswa dan istrinya. Syahbudin berkata dirinya menyesal dan mengaku baru kali itu meminta bantuan istri dan mahasiswa.

“Bukan pak, baru kali itu. Itu yang sangat saya sesali,” kilah Syahbudin.(RDO/FS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top