Bandar Lampung

Kadin: Pebisnis Indonesia Masih Wait and See, Bos RM Minang Indah Ajak Anak Muda Semangat Berwirausaha

Kolase foto meme “Wait And See”, bagian ilustrasi penjelasan Ketum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani (kiri), dan bos RM Minang Indah Grup Bandarlampung yang juga Ketua Bidang Pengembangan Usaha DPD PBL Lampung, Junaedi (kanan). | Foto: Kadin.id/PBL Lampung

Suluh.co – Amat berat. Demikian intensi kosakata pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat menyampaikan pidato akhir tahun, seperti bisa disimak dalam kanal ofisial aplikasi berbagi video Youtube, milik Sekretariat Presiden (Setpres) RI, pada Kamis 31 Desember 2020.

“Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2020. Kita semua mencatat tahun 2020 sebagai tahun ujian yang amat berat. Pandemi COVID-19 mengakibatkan krisis kesehatan dunia dan ekonomi dunia,” kata Presiden.

Di sektor ekonomi, dampaknya jangan ditanya. Kita semua rasakan sendiri. Para pelaku usaha, besar maupun kecil, manufaktur non manufaktur, rerata terpukul. Hantu gulung tikar dan PHK massal bukan sunyi. Ia bunyi. Bahkan keras, keras sekali.

Seiring proses penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional oleh pemerintah melalui kanal Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), dunia usaha di Tanah Air, selain survive juga turut aktif berkontribusi kendati sulit, mayoritas konsumen pun wait and see.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, pada pernyataan tutup tahun yang dipublikasikan Rabu (30/12/2020), mengatakan Indonesia masih berada pada masa ketidakpastian akibat pandemi COVID-19.

“Dunia usaha belum juga bangkit. Mayoritas konsumen hanya wait and see, terutama untuk kalangan menengah atas,” kata Rosan, seperti disitat dari situs Kadin, diakses di Bandarlampung, Kamis petang.

Namun, pria yang per 10 November lalu ditugasi Presiden Jokowi sebagai Wakil Ketua II Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi KPC-PEN berdasarkan beleid Perpres 108/2020 tentang Perubahan Perpres 82/2020 tentang KPC-PEN ini optimistis, kondisi akan berubah setelah pemberlakuan vaksinasi COVID-19.

Baca Juga:  KCP di Tanggamus Terbakar, Bank Lampung Minta Maaf: Cek Info Pelayanan Sementara di Sini

Bagaimanapun, perekonomian Indonesia sangat tergantung dari konsumsi dalam negeri, ujar dia.

“Saat ini, kita masih mengalami ketidakpastian yang masih tinggi sehingga kelas menengah dan atas ini belum melakukan spending (belanja, red). Nah, dengan adanya vaksinasi mengurangi ketidakpastian, Insya Allah spending akan lebih bergerak lagi,” ujar dia lagi.

Menurutnya, perekonomian Indonesia diketahui 56-57 persen tergantung pada domestic consumption, sehingga ini tentunya akan memberikan dampak sangat positif terhadap pertumbuhan perekonomian kita ke depan.

APBN masih menjadi kontributor terbesar bagi perekonomian nasional di tengah pandemi COVID-19. Hal itu menyusul tingkat konsumsi rumah tangga atau daya beli masyarakat masih rendah. “Konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) yang cukup besar,” kata Rosan.

Mengutip Detik.com, Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengaku strategi pemerintah agar meningkatkan kembali konsumsi rumah tangga khususnya kelompok menengah atas ialah menangani COVID-19 itu sendiri.

“Strateginya yang menyebabkan kelas menengah tidak belanja walau mereka memiliki pendapatan kan karena ancaman COVID, maka strateginya harusnya tetap penyebab itu yang harus dihilangkan, COVID-nya harus dikendalikan,” kata Sri Mulyani.

Pernyataan Rosan senada sebelumnya saat berbicara pada webinar Memacu Pertumbuhan di Tengah Pandemi, pada 24 November 2020 lalu.

Saat itu dia bilang pemulihan ekonomi Indonesia 2021 sangat ditentukan oleh pemulihan konsumsi masyarakat dan investasi. Dua komponen penyumbang hampir 90 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Vaksinasi COVID-19 adalah faktor penentu utama untuk memulihkan konsumsi nasional. Sedangkan untuk memulihkan investasi pada 2021 nanti faktor penentunya ialah implementasi dari Undang-Undang Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja,” poinnya.

Investasi, sambung orang nomor satu di wadah berhimpun para pengusaha Indonesia sejak berdiri 24 September 1968 ini, berkontribusi sekitar 30-31% persen pada perekonomian Indonesia.

Dengan adanya vaksinasi, diharapkan orang akan mulai berbelanja, mulai berpergian, sehingga konsumsi rumah tangga meningkat. “Sehingga ini akan meningkatkan kapasitas (produksi) dan akhirnya meningkatkan investasi dari dunia usaha,” intensinya.

Baca Juga:  Kabupaten dan Kota se-Lampung, Mulai Terapkan Kebijakan Satu Peta

Menatap realitas lapangan, Rosan pun menggarisbawahi kondisi yang terjadi saat ini, dimana kelompok masyarakat kelas menengah atas tidak melakukan kegiatan konsumsi.

“Padahal kontribusi mereka pada konsumsi nasional mencapai lebih dari 80 persen. Ini yang tak jalan sekarang karena kelas menengah atas ini masih kuatir pandemi, masih cenderung menabung di bank sehingga saving di bank meningkat tinggi,” bebernya.

Karena konsentrasi vaksinasi nasional –ditetapkan gratis, akan memengaruhi pemulihan perekonomian dalam hal ini dunia usaha, apabila terlaksana lebih cepat akan lebih baik.

“Bila konsentrasi vaksinasi di semester pertama 2021, semester kedua 2021 pemulihan ekonomi bisa berjalan lebih cepat sehingga dunia usaha akan lebih percaya diri berinvestasi ke depannya,” terang dia kala itu.

Dari Menara Kadin, Jakarta, sejenak mampir di daerah setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari sana, redaksi pilihkan mewakili unsur jejaring usaha sektor ekonomi perdesaan, Ketua Umum Persatuan BUMDes Indonesia (PBI), Sariyanta.

Seturut, Direktur BUMDes Maju Mandiri Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunung Kidul ini berharap mewakili jajaran kepengurusannya di seluruh Tanah Air, agar seiring tahun berganti pandemi ini juga segera pergi.

“Tahun baru ini lebih baik. Semoga pandemi COVID-19 segera lepas dari negeri. Majulah Indonesiaku,” harap dia pada Kamis malam, pukul 19.43 WIB, seperti dicuplik dari grup perpesanan singkat Persatuan BUMDes Indonesia.

Sebelumnya, dari Bandarlampung, salah satu pengusaha UMKM kuliner yang kini tengah naik daun –omset bisnisnya justru meroket di tengah lilit pandemi, Junaedi (45), berharap agar di tahun 2021 nanti ekonomi pulih dan bangkit kembali.

Founder/CEO Rumah Makan Minang Indah Grup Bandarlampung ini turut merancak resolusi menjelang momen pergantian tahun. Dia turut menyibak gumpalan semangat dan optimisme akan henti pandemi.

Baca Juga:  Ketua PGK Lampung Dorong Wiedy Widayat Maju Ketum PB HMI

“Selamat tinggal tahun 2020, selamat datang tahun 2021. Di masa pandemi semua sulit. Semoga di tahun 2021 ini pandemi capek lah (cepat, red) usai,” ujar Junaedi, lewat pesan singkat, pukul 10.20 Waktu Indonesia Barat, Kamis terakhir bulan terakhir tahun ini, yang sesaat lagi lewat.

Pemilik 13 cabang rumah makan menu masakan Padang, milik sendiri maupun waralaba berpola bagi hasil syariah di Bandarlampung dan Lampung Selatan itu tak lupa turut menyemangati kaum muda Lampung untuk tetap berusaha.

“Semangat untuk anak mudo (muda, red), semangat untuk berwirausaha. Inshaallah kita bisa kuat melewati masa-masa sulit ini,” injeksinya.

Terus menyita kesehariannya dengan curah penuh perhatian khusus pada upaya ekspansi bisnis kulinernya, dan terus sigap berderap langkah meski sempat terengah digebuk pagebluk, warga Desa Bumisari, Natar, Lampung Selatan yang merintis usaha sejak 20 Februari 2009 silam tersebut, memilih diksi “subur” dan “makmur”, jadi bagian tukik kata resolusi.

“UMKM maju, ekonomi tumbuh subur, negara kuat dan makmur,” sebut runut Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo) Lampung pimpinan Rosyid Effendi ini, berbilang harap.

Memungkasi resolusi, pria yang juga Ketua Bidang Pengembangan Usaha DPD Pejuang Bravo Lima Lampung pimpinan Ary Meizari Alfian, mantan ketua Kadin Lampung itu menjulang, seolah enggan tiarap.

“Merdeka!!!” pekik Junaedi.

Terus optimis. Selamat Tahun Baru 2021, Sidang Pembaca dan seluruh pengusaha Indonesia!

 

Reporter : Red/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top