Modus

Kades Bakauheni jadi Saksi Perusakan Lahan Mangrove oleh PT Tri Patria Bahuga

Perusakan Hutan Mangrove Bakauheni/TINUS

Suluh.co – Pihak penyidik Dirkrimum Polda Lampung, meminta kesaksian Kepala Desa Bakauheni, Lampung Selatan, Syahroni, atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat terkait sangkaan perusakan lahan mangrove oleh PT Tri Patria Bahuga yang dilakukan oleh MT.

“Sudah diterima, Insya Allah besok saya ke Polda Lampung, sesuai dengan tanggalnya,” kata Syahroni, saat dikonfirmasi pada Senin (1/3).

Syahroni mengaku, surat pemanggilan atas dirinya sudah diterima sejak Jumat 26 Februari 2021.

Dirinya juga enggan merinci perihal kasus pemalsuan surat atas perusakan lahan mangrove  oleh PT Tri Patria Bahuga yang dilakukan MT.

“Saya mohon maaf sebelumnya, saya gak tahu masalah itu. Itu kan urusan internal keluarga mereka (MT) sendiri. Hubungan saya dengan MT pun hanya sebatas masyarakat dengan aparatur desa,” jelasnya.

Sebelumnya, pihak Dirkrimum Polda Lampung, telah menahan MT, warga Desa Bakauheni, Kecamatan Bakaheuni, Lampung Selatan, dalam dugaan tindak pidana tersebut.

“Bersangkutan ditahan atas dugaan penggelapan dengan menggunakan surat palsu sebagaimana diatur dalam pasal 277 KUHP subsider pasal 263 ayat 2 KUHP,” jelas Kombes Pol Muslimin saat dikonfrimasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/2) lalu.

Baca Juga:  Lansia Bunuh Diri, Anak : Bapak Stress Karena Jalan Rumah Ditutup Tembok

Diketahui, di dalam berkas tersebut, seolah-olah menyebutkan bahwa lahan mangrove itu milik keturunan Sai Batin Marga Dantaran, Lampung Selatan.

Padahal, berdasarkan laporan Polisi pada September 2020, lahan tersebut diakui milik satu dari enam Marga Saibatin, Lampung Selatan.

“Modus MT adalah dengan membuat dan menggunakan surat palsu berupa silsilah keturunan Kakhiya Nukhjaya, dengan maksud untuk digunakan sebagai dasar penguasaan terhadap tanah yang berada di beberapa lokasi di Kecamatan Bakauheni,” kata Supriyanto, kuasa hukum pelapor atas nama Galih Patih Gemulung, Kamis (18/2).

Menurutnya, untuk menguatkan laporan polisi, pihak pelapor telah menghadirkan ke hadapan penyidik berbagai alat bukti untuk mendukung laporan, baik berupa bukti surat maupun saksi.

“Menurut informasi yang kami dapat, perkara ini sudah masuk pada tahap dua. Itu artinya laporan kami telah cukup bukti untuk segera dibawa ke pengadilan,” urai Supriyanto.

Baca Juga:  Club Motor Bantu Korban Banjir di Lampung Selatan

Saat ini pihaknya sedang mengkaji terkait kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara ini.

“Apabila ditemukan bukti yang mengindikasikan ada pihak lain terlibat dalam dugaan pemalsuan tersebut, atau turut menggunakan surat palsu tersebut untuk mendapatkan keuntungan tertentu, maka kami berharap dapat diproses oleh pihak kepolisian sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan tentu kita berterimakasih sekaligus mengapresiasi kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap dan menuntaskan kasus ini,” tandasnya.

Terpisah, Indonesia Police Watch (IPW) berkomentar atas adanya peristiwa penolakan laporan masyarakat terkait adanya dugaan aktivitas ilegal PT Tri Patria Bahuga dari Walhi ke Polda Lampung.

Perusahaan ini diduga melakukan kegiatan di Desa Bakauheni, Lampung Selatan tanpa dasar hukum yang kuat dan dinilai Walhi berujung pada perbuatan pidana.

Dugaan atas adanya indikasi perbuatan pidana ini sesungguhnya sudah menjadi konsumsi sejumlah kalangan. Terbukti instansi terkait dan DPRD Lampung menyatakan perusahaan tadi melakukan perluasan lahan tanpa mengantongi izin.

Baca Juga:  Polda Lampung Warning Praktek Pungli

Bahkan persoalan ini sudah masuk ke ranah Rapat Dengar Pendapat yang dihelat di DPRD Lampung. Atas beberapa variabel ini, Walhi membuat laporan ke lembaga penegak hukum.

PT Tri Patria Bahuga sendiri merupakan perusahaan keluarga milik mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Bagi IPW, peristiwa ini menunjukkan adanya kegalauan lembaga penegak hukum untuk memilih sikap. Yang berdampak pada pupusnya harapan masyarakat untuk mendapatkan keadilan sebagaimana mestinya.

 

Reporter : SUL

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top