Daerah

Jerit Warga Bantaran Kedung Putri, Soal Sampah PR Bersama

Sungai Kedung Putri/MAS

Suluh.co – Rizky Septiana (25 Tahun), seorang ibu rumah tangga, warga Baledono menyampaikan bahwa keluhan masyarakat sebenarnya hampir sama terkait letak TPS yang jauh.

“Meski saya tinggal dekat dengan saluran Kedung Putri, saya bersama suami sudah komitmen tidak akan membuang sampah di saluran. Memang budaya membuang sampah yang benar harus dimulai dari keluarga, dan ini PR bersama,” terangnya.

Dirinya, jika ingin membuang sampah harus ke Pasar Baledono terlebih dahulu. Jarak dari rumah memang cukup jauh.

“Saya berharap ada regulasi atau instruksi yang jelas terkait limbah sampah dari pihak Kabupaten ke keluarahan hingga tingkat RT/RW, sebenarnya masyarakat akan taat asalkan dari pemerintahan juga memberikan kejelasan dan kemudahan, apa yang bisa dilakukan masyarakat,” harapnya.

Baca Juga:  Maksimalkan Pendidikan di Era Industri 4.0 UM Purworejo Gelar Seminar Internasional

Setiawan Agus yang juga Warga Baledono menyampaikan bahwa, soal sampah PR semua elemen masyarakat, jika sejak saat ini tidak ditangani dengan benar, sampah akan menjadi bom waktu yang sangat merugikan masyarakat secara luas.

“Saya rasa Sungai Kedung Putri juga membutuhkan pengerukan kembali karena terlihat jelas sekarang sudah mulai dangkal, dahulu saya SMK saluran Kedung Putri cukup dalam,” terangnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo Al Bambang, menjelaskan untuk pembentukan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), dinas lingkungan hidup bisa memfasilitasi namun dari pihak keluarahan atau Masyarakat harus menyiapkan tempat TPST, dimana luas tanah yang dibutuhkan kurang lebih 100×20 meter, dan nantinya bakal ada pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Kurmaba, Rujukan Jajanan Sehat Khas Haji & Umroh Purworejo

Lurah Baledono Firman Istanto, menanggapi apa yang pernah disampaikan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo terkait terbentuknya TPST, namun TPST tersebut membutuhkan lahan yang cukup luas, sedangkan di Kelurahan Baledono, tidak ada tanah yang luas dan strategis seperti yang diharapkan.

“Kami memiliki lahan bengkok ada di depan kantor Dinas Ketenagakerjaan, letaknya  jauh dan luasnya dirasa kurang,” terangnya.

 

Reporter : Mahestya Andi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top