Modus

Jampidum Terima 4 Berkas Perkara Kekarantinaan Kesehatan Tersangka MR

Jampidum Terima 4 Berkas Perkara Kekarantinaan Kesehatan Tersangka MR/Istimewa

Suluh.co – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, menerima penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti, empat berkas perkara dugaan tindak pidana “kekarantinaan kesehatan” atas nama MR dan kawan-kawan yang sudah dinyatakan lengkap (P21) pada Jumat (5/2) lalu, dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menjelaskan, penyerahan berkas perkara tahap kedua dari penyidik kepada jaksa penuntut umum, terhadap empat berkas perkara yang diajukan secara terpisah (splizt) yaitu atas nama tersangka masing-masing sebagai berikut

Tersangka MR dengan sangkaan melanggar pasal 160 KUHP dan / atau pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 216 KUHP jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tersangka HU, dan kawan-kawan (MS, AAA, ASL dan IAH) dengan sangkaan melanggar pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 216 KUHP jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga:  Jampidsus Tetapkan 8 Orang Tersangka di Kasus Korupsi  PT ASABRI

“Kedua berkas perkara diatas untuk perkara yang terjadi di Jalan Tebet Utara 28 Jakarta Selatan dan Jalan KS. Tubun Petamburan Jakarta Pusat pada tanggal 13 dan 14 November 2020,” jelas Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Senin (8/2).

Lalu, tersangka dr. AA dan kawan-kawan (MR dan MHA) dengan sangkaan melanggar pasal 14 dan atau pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular atau pasal 216 KUHP jo. pasal 55 KUHP dan atau pasal 56 KUHP.

“Berkas perkara tersebut untuk perkara yang terjadi di Rumah Sakit UMMI Jalan Empang Kota Bogor pada tanggal 27 November 2020,” tambahnya.

Tersangka MR dengan sangkaan melanggar pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan pasal 216  KUHP.

Baca Juga:  Kasus ASABRI, 131 Surat Tanah Atas Nama PT HT Disita Jampidsus

“Berkas perkara tersebut untuk perkara yang terjadi di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Mega Mendung Bogor pada tanggal 13 November 2020,” tambah Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti empat berkas perkara tersebut dilaksanakan di Kantor Bareskrim Polri dan diterima oleh tim jaksa penuntut umum yang terdiri dari para jaksa penuntut umum pada jaksa agung muda tindak pidana umum, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor sesuai dengan locus delictie terjadinya dugaan tindak pidana yang disangkakan kepada para tersangka.

Untuk mempermudah proses penyelesaian perkaranya dengan mempertimbangan unsur obyektif dan unsur subyektif tentang penahanan, terhadap tujuh orang tersangka dilakukan penahanan rumah tahanan negara (rutan) untuk masa waktu selama 20 hari terhitung sejak tanggal 8 sampai 27 Februari 2021, dan ditempatkan di Rutan Salemba Cabang Bareskrim Mabes Kepolisian RI di Jakarta Selatan.

Baca Juga:  Tender Kurung di Disdik Lamsel Rugikan Negara Rp 1 Miliar

Sementara itu untuk tersangka dr. AA atas permohonan yang bersangkutan dan pertimbangan tenaganya sangat diperlukan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 maka kepada yang bersangkutan tidak dikenakan penahanan.

Pelaksanaan penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti (tahap II) tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan dan memenuhi protocol kesehatan tentang pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19.

Antara dengan melakukan tes rapid antigen, memakai masker dan menjaga jarak serta mencuci tangan sebelum dan sesudahnya.

 

Reporter : HMS/SUL

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top