Daerah

Jalan Ditanam Pisang Berbuntut Panjang

Kondisi jalan berlubang, yang ditanami pohon pisang di Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji/GUS

Suluh.co – Sejumlah pamong dan tokoh masyarakat mendatangi sekaligus klarifikasi pada kediaman korban kecelakaan akibat jalan berlubang, yang ditanami pohon pisang di Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji, pada Selasa (16/3).

Bahwa hal itu diduga lantaran korban terpengaruh minuman keras. Tetapi,  sangkaan ini dibantah Supri, selaku ayah korban.

Supri, ayah korban kecelakaan, menegaskan, bahwa anaknya baru kelas dua SMP dan dibawah umur.

“Jangankan minum alkohol, rokok-pun dia belum kenal. Kalau masalah rambu-rambu, itu baru dipasang setelah anak saya kecelakaan dan yang pasang pun itu tokoh warga setempat, tanya aja kalau gak percaya,” tegas Supri.

Baca Juga:  Perhatian Pemerintah Dirasa Kurang, Warga Purworejo Bergerak Mandiri Cegah Corona

Selain itu, dia juga ditanyakan soal mustahilnya jumlah korban hingga ratusan pengendara serta kedalalam lubang yang sesungguhnya.

“Ratusan kendaraan yang masuk lubang itu mungkin, tapi kebetulan yang sampai luka itu anak saya,” tegas dia.

Sebelumnya, Warga Mesuji terpaksa menanam pohon pisang seolah pengganti rambu lalu lintas pada galian jalan yang sedang mengalami pelebaran.

Hal ini dilakukan, agar pengendara lain tak terperosok ke dalamnya seperti yang dialami RA, warga Kecamatan Simpang Pematang, baru-baru ini.

Untuk itu, instansi terkait diminta untuk menerapkan rambu sesuai standar agar musibah serupa tak terulang.

RA, korban kecelakaan, mengaku kecewa dengan kondisi jalan yang rusak parah tersebut.

Baca Juga:  Korban Kekerasan Ibu Tiri Ngungsi ke Gedung Pakuon

“Kira-kira dalamnya lubang sampe 30 centimeter. Saya hanya minta jalan diperbaiki agar tidak ada korban lainnya,”

 

Reporter : Agus Raharja

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top