Iklan
Bandar Lampung

Jadi Gini Loh Pak Yasonna, Tes Urine Napi asal Lapas Rajabasa yang Jadi TSK BNN Hasilnya Positif

Jadi Gini Loh Pak Yasonna, Tes Urine Napi asal Lapas Rajabasa yang Jadi TSK BNN Hasilnya Positif
Jadi Gini Loh Pak Yasonna, Tes Urine Napi asal Lapas Rajabasa yang Jadi TSK BNN Hasilnya Positif


Jumlah barang bukti ganja yang dipamerkan saat BNN Lampung melangsungkan ekspose penanganan kasus di hadapan pewarta, Rabu sore, 10 Februari 2021. Kurang lebih beratnya seperempat ton. Foto: Ricardo Hutabarat

Suluh.co – Badan Narkotika Nasional [BNN] Provinsi Lampung menetapkan 3 orang sebagai tersangka atas sangkaan penyalahgunaan narkotika jenis ganja seberat kurang lebih seperempat ton. Tepatnya sekitar 248 Kilogram.

Satu orang tersangka itu berstatus sebagai narapidana di Lapas Kelas IA Bandar Lampung atau yang biasa dikenal dengan sebutan Lapas Kelas IA Rajabasa.

Jadi. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, napi berinisial HS [Heri Susilo berusia 26 tahun] diamankan terlebih dulu dari sel.

Dalam perjalanannya, petugas BNN menerapkan dua hal. Pertama, HS dites dulu perihal terpapar Covid-19 atau tidak. Yang kedua, HS dites urine.

Pelaksanaan dua hal tadi itu tidak ditampik oleh Kepala BNN Lampung Brigjen Pol Jafriedi.

Dalam kegiatan publikasi yang digelar di kantor BNN sebagai bentuk pemberitahuannya kepada publik, Rabu, 10 Februari 2021, Jafriedi ditanyakan oleh pewarta yang hadir, perihal apa hasil tes urine tersebut.

Baca Juga:  Pasir Gunung Anak Krakatau Dikeruk Kemen LHK Incar PT LIP 

Mula-mula, Jafriedi menegaskan kepada pewarta, bahwa hasil dari alat tes urine menunjukkan ada 1 orang yang urinenya positif.

Pernyataan Jafriedi ini tentu mengundang tanya. Urine siapa yang disebutnya positif? Dapat pertanyaan itu, Jafriedi menyatakan bahwa urine yang positif itu berasal dari narapidana yakni Heri Susilo.

Dalam penanganan kasus ini, BNN menyatakan kegiatan pelaksanaan penangkapan dimulai pada 6 Februari 2021.

Pada 10 Februari 2021 ini, Jafriedi menegaskan bahwa BNN telah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkum-HAM Lampung. Tepatnya Jafriedi pergi mengunjungi kantor yang dipimpin oleh Danan Purnomo selaku Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung.

Kata Jafriedi, koordinasi itu menghasilkan kesepakatan yang disebutnya bahwa Danan Purnomo mendukung upaya penegakan hukum atas sangkaan penyalahgunaan narkotika yang disematkan ke narapidana di Lapas Rajabasa.

Danan Purnomo berjanji kepada Jafriedi, bahwa Kanwil Kemenkum-HAM Lampung akan melakukan koreksi internal.

Yang perlu dicatat oleh publik, bahwa di era Jafriedi, BNN sudah 2 kali melakukan penegakan hukum berkait dengan narkotika yang melibatkan narapidana dari sel yang sama.

Di Lapas Rajabasa tentunya. Hanya saja, kemarin BNN mengusut sangkaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Baca Juga:  BNN Lampung Intercept 7 Ribu Inex dari Aceh, Pesanan 2 Napi Lapas Rajabasa

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top