Modus

Jadi Atensi Polda, Polres Lampung Utara Proses Aksi Koboi Basirun Ali  

Kapolres Lampung Utara (Lampura) AKBP Bambang Yudho Martono/PLY

LAMPUNG UTARA – Kapolres Lampung Utara (Lampura) AKBP Bambang Yudho Martono, memastikan, aksi ‘koboi’ Kepala Dinas Perhubungan, Basirun Ali, bakal diproses secara hukum.

Apalagi persoalan tersebut menjadi atensi Kapolda Lampung.

“Kita proses, apalagi memang kasus ini menjadi atensi Kapolda Lampung,” tegas AKBP Bambang Yudho Martono, di Gedung Korpri, Selasa (7/4).

Pihaknya juga telah meminta keterangan sejumlah pihak. Diantaranya Melan, anggota Satpol PP yang juga driver Kasat Pol PP Lampura Firmansyah. Juga saksi lainnya yang berada di pos rumah dinas wakil bupati saat kejadian berlangsung.

“Sayangnya, kediaman dinas itu tidak dilengkapi dengan CCTV, sehingga kita perlu meminta keterangan rekan-rekan yang berada dilokasi saat itu,” terang Kapolres.

Baca Juga:  Plt Bupati Lampura Hadiri Apel Pasukan Ops Zebra Krakatau 2019

Jika sudah ada perkembangan dan arahnya jelas, bakal terkena sanksi Undang Undang Darurat tentang kepemilikan senjata api.

Namun demikian, masih harus dilakukan proses lebih lanjut. Apalagi saat ini proses yang dilakukan baru tahap meminta keterangan saksi dan korban.

“Sementara terduga pelaku belum dimintai keterangan. Tetapi yang pasti, kasus ini kita proses dan saat ini masih penyelidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Lampura Budi Utomo, mengaku telah memanggil Kasat Pol PP Firmansyah dan Kadis Perhubungan Basirun Ali.

“Pada prinsipnya  keduanya tidak ada masalah. Namun jika ada persoalan hukum atas kejadian tersebut merupakan ranah kepolisian. Mereka juga sudah saya panggil dan prinsipnya tidak ada masalah. Namun jika menyangkut persoalan hukum, ya silahkan saja itu wewenang kepolisian,” ujarnya.

Baca Juga:  Praperadilan Eliyana Ditolak Hakim Perihal Kasus Praktek Klinik Skin Rachel

Terpisah Basirun Ali mengatakan tidak pernah mengacungkan senjata api sebagaimana yang tersebar di media.

Apalagi dirinya tidak memiliki sanjata api. Melainkan hanya jenis softgun yang memiliki izin.

“Tetapi waktu kejadian ari softgun itu tidak saya acungkan, siapa yang melihat ada gak fotonya,” beber Basirun

Dijelaskan Basirun, persoalan bermula ketika ia menemui Kasat Pol PP Firmansyah.

Waktu itu dirinya mengatakan mobil dinas yang dipinjamkan pada dirinya dalam keaadaan rusak. Firmansyah saat itu mengatakan bahwa mobil itu dalam kondisi baik.

“Gak rusak kok, siapa yang bilang mobil itu rusak, bawa sini nanti saya tempeleng,” ujar Basirun menirukan ucapan Firmansyah kala itu.

Pada situasi ini, lanjut Basirun sejumlah anggota Sat Pol PP mengelilinginya. Saat itulah ia bereaksi namun tidak sampai mengeluarkan sofgan apalagi mengacungkannya.

Baca Juga:  4 Rumah Kerabat Bupati Diperiksa, KPK Bawa Sekretaris Inspektorat Lampura

“Ya reaksi biasalah, memegang pinggang tetapi tidak sampai mengeluarkan senjata kok,” pungkasnya.(PLY)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top