Daerah

IWO Way Kanan Sebut Sekda Lakukan Pembohongan Publik Terkait Rapid Test  

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Way Kanan, Saipul/JOM

WAY KANAN – Sekertaris Daerah Kabupaten Way Kanan (Sekdakab) Saipul, sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Way Kanan, disebut melakukan pembohongan publik, dalam hal pelaksanaan rapid test  terhadap 664 orang, Rabu (24/6).

Pernyataan Sekdakab tersebut ketika di konfirmasi media online Suluh.co tanggal 17 Juni 2020 lalu.

Saipul mengakui, dari hasil rapid test t tersebut enam orang positif, namun dari enam orang tersebut lima diantaranya dinyatakan sembuh.

Kendati demikian, pernyataan Saipul tersebut tidak sesuai dengan hasil temuan di lapangan.

Hasil investigasi Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Way Kanan, Fito Alistiyadi beserta jajaran, mengatakan, berdasarkan dari temuan data yang dikumpulkan di lapangan, terbukti pernyataan Saipul tersebut tidak benar alias pembohongan terhadap publik, dimana Sekda mengatakan pihaknya telah melakukan rapid test t kepada 664 orang.

Baca Juga:  328 Kabupaten se-Indonesia Sudah Laksanakan Bursa Inovasi Desa

“Setelah kami lakukan investigasi di dua UPT Puskesmas, yakni Puskesmas Gunung Labuhan, Baradatu dan Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Pagar Alam (RSUD ZAPA), dimana kedua puskesmas tersebut sebagai puskesmas induk dan telah bersertifikasi, ternyata hasil data yang kami dapat hanya 136 orang yang telah dilaksanakan rapid test ,” jelas Fito, Rabu (24/6).

Kata Fito,  di UPT Puskesmas dan RSUD ZAPA yang letaknya strategis di jalan Lintas Sumatera. Hanya ada beberapa orang saja, itu pun bukan dalam rangka menyongsong New Normal di Way Kanan.

Sebanyak 136 orang yang telah melakukan rapid test  rinciannya sebagi berikut, untuk Puskesmas Gunung Labuhan hanya 16 orang, 5 orang untuk ODP dan 11 orang yang berkontak langsung dengan OTG.

Baca Juga:  Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony Wafat Akibat Covid-19

Selanjutnya Puskesmas Baradatu hanya 2 orang untuk OTG yang dinyatakan positif, dan yang terakhir di RSUD ZAPA sekitar 118 orang yang melakukan rapid test . Mereka adalah masyarakat Way Kanan yang ingin membuat surat keterangan sehat, untuk melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Jadi secara keseluruhan dari data yang didapat dilapang hanya sekitar 136 orang saja. Sedangkan pernyataan Sekda sebelumnya 664 orang, ini jelas pembohong terhadap publik,” jelasnya.

Fito menambahkan, pihaknya juga menekankan kepada jajaran gugus tugas agar melakukan rapid test  kepada pekerja kesehatan, khususnya di RSUD ZAPA dan puskesmas.

“Mengingat mereka adalah garda terdepan untuk penanggulangan pandemi Covid-19, dimana setiap saat mereka berkontak langsung dengan pasien, tanpa ada alasan demi kesehatan tenaga medis,” tegasnya.(JOM)

Baca Juga:  Isi Jabatan Baru di Polres Pringsewu, Struktur Jajaran Polres Tanggamus Dirotasi
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top