Peristiwa

Inna Lillahi, Bapak Murah Senyum, Direktur Bisnis Bank Lampung Nurdin Hasboena, Wafat

Momen kebersamaan Direktur Bisnis Bank Lampung, Alm. Nurdin Hasboena (berdasi dua dari kiri) dan pemberdaya ekonomi, ketua/direktur BUMDes, dan pelaku UMKM jejaring Desindo, usai rapat di kantor Yayasan Desapolitan Indonesia/Desindo, Gedung Darmapala Kedaton Bandarlampung, 2018 silam. | Foto: Muzzamil

BANDAR LAMPUNG — Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Setengah tak percaya mendengarnya, namun kepastian lagi-lagi hanyalah milik Allah SWT semata.

Direktur Bisnis Bank Lampung, Nurdin Hasboena, S.E., M.M., yang dikenal supel dan humoris, terkonfirmasi wafat dalam usia 55 tahun, pada Minggu (13/12/2020) malam, sekira pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat.

Mencari tahu kebenaran informasinya, salah satu rekan almarhum sejak masa kuliah S1, pengusaha alat kesehatan, Frans Heridian yang saat terhubung tengah di Jakarta, membenarkannya.

Koorsubbid Sosial dan Humas Bidang Umum dan Organisasi Pengurus Pusat Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (Gakeslab Indonesia) 2019-2023 ini menginfokan, Nurdin mengembuskan napas terakhir di satu RS swasta di Bandarlampung. Belum diketahui penyebab meninggalnya.

Tiga jam usai jam wafat, informasi kepergian almarhum juga diafirmasi oleh Direktur Utama Bank Lampung, Presley Hutabarat.

“Bener. Jam 20.00 tadi. Saya juga, merasa kehilangan walau belum lama kenal,” balas Presley Hutabarat, melalui pesan singkat, Minggu pukul 23.09 Waktu Indonesia Barat. Seusia Nurdin, Presley turut berbelasungkawa.

Kabar kepergian warga Jalan Sultan Badaruddin II, Kelurahan Susunanbaru, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung itu tentu saja cukup mengejutkan.

Info didapat, beberapa hari terakhir almarhum masih beraktivitas biasa. Belakangan dia intens mematangkan rencana kerja sama Bank Lampung dengan Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Daerah Lampung.

Baca Juga:  Satu Pekerja Tewas Usai Terjatuh dari Lift Pemkot Bandar Lampung

“Beliau orang yang baik. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Aamiin YRA,” testimoni Frans, Ketua Gakeslab Indonesia Lampung periode 2016-2019 kini juga Wakabid Ekonomi DPD Pejuang Bravo Lima Lampung, sejam berbincang via kanal elektronik pukul 22.53 WIB, Minggu malam.

Frans pun bilang, almarhum produk amalgamasi etnis Lampung (ayah) dan Jawa (ibu) kelahiran Kota Probolinggo, Jawa Timur 19 Oktober 1965 tersebut merupakan figur murah senyum.

Benar saja. Saat menjejaki situs Bank Lampung, foto mendiang berjas rapi bersongkok motif Tapis Lampung tersenyum lebar, bisa bikin siapapun yang melihatnya larut terpancar.

Diketahui, Nurdin Hasboena menjabat direktur bisnis sejak ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham/RUPS Tahunan 2018 dan RUPS Luar Biasa 2019 PT Bank Lampung, 8 April 2019 yang dipimpin oleh Gubernur Lampung (saat itu) M Ridho Ficardo.

Di berbagai kegiatan berbau bisnis, ada Bank Lampung didalamnya, dan ada Nurdin Hasboena disana, senyum Nurdin yang secara genetik orangtua lelakinya turut mengaliri darah tradisi istiadat satu kepaksian dari Kerajaan Adat Skala Brak Lampung Barat itu, dijamin lebar mengembang jua.

Ihwal muasal adat almarhum, coba menghubungi Raja Kerajaan Adat Skala Brak Lampung Kepaksian Pernong Lampung gelar Sultan Skala Brak Yang Dipertuan XXIII Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edwardsyah Pernong, namun pesan singkat pukul 09.37 WIB Senin (14/12/2020) belum berbalas hingga sebelum warta ini ditayangkan.

Senyum Nurdin pun kerap lembur, dalam pelbagai selimut dinamika kemelut kepemimpinan, pemajuan status bank Buku II, resolusi konflik terkait dinamika layanan nasabah, pengarusutamaan program Laku Pandai bagian peningkatan tingkat literasi keuangan rakyat daerah, serta banyak lain dinamika Bank Lampung era dua gubernur.

Baca Juga:  KPK, Pemkab & Bank Lampung Edukasi Pengusaha Lamteng Soal Tapping Box

Sepanjang tugas semasa hidupnya, mendiang –tanpa bermaksud untuk melebih-lebihkan, termasuk sosok yang anti berkelit dari alat perekam atawa kamera gawai awak media.

Dari mulut mendianglah, publik warga Lampung salah satunya mengetahui pula bahwa ternyata sepanjang 2019 performansi Bank Lampung tak lah cukup dibilang payah, dengan raihan laba korporasi tercatat Rp166 miliar. Naik dari 2018 terbuku Rp130 miliar.

Senyum lebar Nurdin pula, yang saat diakses terakhir pada Minggu malam, benderang dalam unggahan terakhir kolom berita kegiatan Bank Lampung.

Saat dia mewakili jajaran direksi, menyerahkan secara simbolis hadiah uang tunai Rp50 juta bagi Pemenang III Undian Nasional Tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda) Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia Periode I Tahun XXXI-2020, 8 September 2020, Jakarta.

Kepada nasabah Bank Lampung KCP Sukadana, Endang Sulastri, guru SMA Negeri 1 Sukadana, Lampung Timur, salah satu dari 12 nasabah setia Bank Lampung yang beruntung mendapat hadiah uang tunai buah keikutsertaan otomatis hasil menabung kelipatan Rp50 ribu untuk satu nomor undian, periode undian 1 Januari-30 Juni 2020.

Serah terima, dibalut pandu ketat protokol kesehatan cegah kendali COVID-19, berlangsung bertepatan peringatan Hari Pahlawan, di Kantor Cabang Utama Bank Lampung, Jl W Monginsidi 182, Telukbetung Utara, Bandarlampung, 10 November 2020.

Asal tahu, Bank Lampung termasuk salah satu dari 27 anggota Asosiasi Bank Daerah Indonesia (Asbanda), kini diketuai Dirut Bank Jateng, Supriyatno.

Kenangan terakhir Direktur Bisnis Bank Lampung, mendiang Nurdin Hasboena, wafat Minggu (13/12/2020) malam di Bandarlampung, saat serahkan hadiah Pemenang Undian Nasional Simpeda I/2020 kepada nasabah Bank Lampung KCP Sukadana Endang Sulastri (10/11/2020). | banklampung.co.id

Kisah kenangan lucu dari momen bankir Nurdin dan nasabah Sulastri, saat penyerahan itu, Sulastri berkisah saat ditelepon diberitahu pihak bank menang undian, mengaku sempat tak percaya, bahkan mengira itu penipuan.

Baca Juga:  Asyik Indehoi, 2 Pelajar SMK Digrebek Warga

Padahal, menyitat keterangan pers Ketua Umum Asbanda Supriyatno, ajang undian nasional bertotal hadiah Rp3 miliar bagi 584 nasabah tabungan berusia 31 tahun itu se-Indonesia, ialah bagian dari komitmen dan konsistensi customer loyalty program BPD.

Kini, selain terpantau menyampaikan belasungkawa, founder/CEO Rumah Makan Minang Indah Grup, Junaedi, anggota DPR/MPR dapil Lampung I Fraksi PDI Perjuangan duduk Komisi I DPR putra asli dan mantan bupati dua periode Lampung Barat, Mukhlis Basri, cendekiawan –Ketua Yayasan Alfian Husin; Ketua IKA Unpad Lampung; Ketua Lembaga Perekonomian NU Lampung; Ketua Dewan Pembina Yayasan Desapolitan Indonesia; Ketua DPP Pejuang Bravo Lima Bidang Ekonomi Andi Desfiandi, dan pebisnis sewa mobil Refki Juanda, banyak pula pesan masuk jejaring kiprah Nurdin.

Seperti halnya Bu Guru Endang Sulastri kaget tak percaya, lainnya pun senada. Kepergian Nurdin, bukti Allah Kuasa.

Selamat jalan, Mister Smiling Banker.
Selamat beristirahat. Meneladani sunnah Rasulullah Muhammad SAW, senyum itu sedekah, semoga Allah SWT berikan kami pula murah senyum sepertimu, Nurdin Hasboena.

Redaksi turut kehilangan wafatnya Nurdin Hasboena. Kembali ke pangku Ilahi Rabbi, biarkan senyummu abadi jadi kenangan kami. [SUL/Muzzamil]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top