Ekonomi

Harga Gas Elpiji 3 Kg antara SPBU & Pengecer Selisih 45 Persen

Penjualan gas elpiji 3 Kg di SPBU wilayah Kota Bandar Lampung/Suluh/SAN

BANDAR LAMPUNG – Gas elpiji ukuran 3 kg terbilang langka dalam sebulan terakhir. Hal ini akhirnya menyebabkan kenaikan harga yang signifikan di tingkat pengecer.

Di warung-warung kecil contohnya, harganya sudah menyentuh Rp25 ribu. Padahal di SPBU Pertamina hanya dibandrol Rp16.500 per tabungnya.

Menurut warga, Ferdiansyah, selisih harga yang cukup tinggi tersebut dinilai wajar mengingat kediamannya yang jauh dari SPBU.

Selain itu, mereka juga sangat memerlukannya  untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Tidak masalah dengan naiknya harga gas selagi ada gas tidak jadi masalah, karena sudah menjadi kebutuhan,” kata Ferdiansyah, yang juga pemilik usaha warung ini.

Baca Juga:  Bus Bantuan Kemenhub Layani Rute Panjang-Telukbetung-Rajabasa

Kata dia, jumlah stok elpiji di warung hanya sekitar 5 sampai 10 tabung gas ukuran 3 kg dan untuk agen normal dan langganan berbeda, dengan syarat memiliki gas 15 kg baru bisa mendapatkan stok gas yang diantar setiap seminggu sekali

Sementara itu, Marjuki, pengecer gas elpiji di SPBU Pertamina Palapa, menjelaskan, untuk harga gas bersubsidi di Pertamina cenderung stabil, mulai dari Rp72.500 untuk bright gas, gas 15 kg diharga Rp145 ribu dan gas melon dengan harga Rp16.500.

Perbedaan harga gas di warung dengan pertamina ini disebabkan karena di pihaknya sudah memiliki agen khusus untuk mengambil gas.(ISN/SAN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top