Modus

Gugatan Pilkada Lampung Tengah dari Kubu Nessy-Imam Ditolak

Edwin Hanibal selaku kuasa hukum Nessy Kalvia Mustafa-Imam Suhadi/DUM

Suluh.co – Langkah gugatan sengketa Pilkada Lampung Tengah dari Edwin Hanibal selaku kuasa hukum Nessy Kalvia Mustafa-Imam Suhadi, sepertinya bakal tersandung syarat formil.

Mengingat laporannya terhadap pasangan Musa Ahmad-Ardito Wijaya soal money politik mendapat bantahan dari saksi lembaga.

Yaitu Ketua Bawaslu Lampung Tengah Harmono yang mengungkapkan bahwa pihaknya merasa tak pernah menerima laporan soal hal yang disangkakan secara resmi.

Selain itu, waktu kejadian seperti yang dilaporkan sudah melewati batas ditambah lagi tak adanya keterangan saksi.

“Tidak adanya keterangan dari saksi, waktu sudah lewat dan terlapornya tidak ada,” kata Harmono.

Bila keterangan tadi menjadi pegangan oleh majelis hakim Bawaslu, kemungkinan hal-hal yang disangkakan terhadap terlapor bakal ditolak.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Yutuber Bantah Keterangan Saksi Pasangan Eva-Deddy

Tentu saja pernyataan pada sidang Bawaslu di Bandar Lampung, Selasa (29/12), mendapat kritik dari kubu Nessy-Imam.

Edwin Hanibal, kuasa hukum Nessy-Imam, mengaku, keberatan dan sangat menyesalkan atas keterangan dari saksi-saksi lembaga terkait.

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah mengatakan dari 28 laporan di 17 kecamatan tidak memenuhi Perbawaslu Nomor 8 Tahun 2020,  tentang penanganan pelanggaran, padahal semua unsur sudah jelas.

“Kita keberatan, karena pada proses pelaporan mulai 30 November hingga 9 Desember, kubu kita ada di Bawaslu dan melakukan pendampingan, padahal sudah lapor dari tanggal 3 Desember,” tegas Edwin.

“Ini aneh menurut kami,” tandas dia.

 

Reporter : M. Yunus kedum

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top